Blog - Rizki Novia

Kemanakah Widji Thukul

Kemanakah Widji Thukul?   Pernahkah kalian mendengar tentang sosok Widji Thukul? Thukul  sang komedian dengan paraban “rue rue rue naldy? Atau kah Thukul yang ini ataukah yang itu?? Sepintas nama tersebut cukup asing, kecuali nama belakang “Thukul” yang hampir tiap hari sliwar sliwer di layar televisi kita. Widji Thukul bukan berarti kerabat atau keturunan satu marga dengan Thukul “Rue Rue Naldy”, beliau adalah sosok penyair kelahiran Sorogenen  Solo, tanggal 26 Agustus 1963 dari
Dilihat : 11 user

Akulah yang di Persimpangan itu

ku hitung lurus panjangnya jalan depan yang naik turun. Mendaki. mulus dan terjal. dari detik ke detik, ,waktu ke waktu, hingga datangnya suatu masa, aku terus menari di riak-riak gelombangnya.aku ingin berlayar menuju negeri ketenangan dan kedamaian. harapanku. Biarlah kapal ini terombang-ambing, diolah kejamnya ombak badai. Ditikam panas dinginnya musim. Namun passti,aku singgah di puri itu. aku tak akan memuja kehidupan. aku tak akan menyanjung perjalanan. aku hanya menyelusurinya, sekedarnya
Dilihat : 4 user

Menunggu Cerita

Adakah yang mau bercerita saat-saat bahagia bersama keluarga, kakak adik (bagi yang punya saudara) padaku? Adakah yang punya cerita tentang saat-saat bersama sahabat dalam canda, tawa, suka, dan duka. Adakah yang mau bercerita tentang nenek dan kakeknya, saat-saat bermanja-manja bersama mereka? Adakah yang punya cerita tentang saat-saat bercanda bersama ponakan, sepupu yang lucu-lucu, bermain bersama, belajar bersama, mengantar mereka dan menunggu di sekolah meski bosan tapi menyenangkan? Apakah
Dilihat : 1 user

Wageman

Dibalik nama-nama pria Jawa sesungguhnya ada harapan tertentu dari orangtuanya, agar anaknya kelak bisa sesuai yg diharapkan.   Contohnya:   Pandai menanam bunga, diberi nama Rosman.   Pandai memperbaiki mobil, diberi nama Karman.   Pandai main golf, Parman.   Pandai dalam korespondensi, Suratman.   Gagah perkasa, Suparman.   Kuat dalam berjalan, Wakiman.   Berani bertanya, Asman.   Ahli membuat kue, Paiman.   Pandai berdagang, Saliman.   Pandai melukis, Saniman.   Agar jadi orang ka
Dilihat : 5 user

Hujan

dengarkah kau hujan di luar sana...curahanNya menyelimuti bumi...uang tanah menerpa dalam kabut dingin meraba...luputkah semua itu...dari tatapmu...jangan hanya berfikir...dengarkah kau hujandi luar sana.kali ini curahnya terdengar manis...karena kita sedang kasmaran..
Dilihat : 0 user

Huruf

saya awali dari huruf i.. Itulah sebabnya sampai detik ini saya hanya masih terdiam dalam suatu sudut yang  anggap saja sudut X. Didampingi beberapa bulir keresahan, untuk apa dan bagaimana? secara pasti dan tidak pasti? bisakah?.. setidaknya saya sudah memulai, alangkah baiknya kalau diakhiri dengan huruf B.. Bahagia...inilah eksotisme hidup... romansanya, manisnya, keindahannya... tapi mungkin saya harus berfikir tentang huruf U.. Usaha saja? apakah usaha cukup untuk membuat saya bisa "S" Suk
Dilihat : 31 user

Namaku Tegar

-Namaku Tegar-     Sebuah surat undangan tergeletak di atas meja, kertasnya berwarna kuning: berhias bunga-bunga mawar yang timbul. kesan mewah kertas undangan itu tentu saja akan menggambarkan betapa mewahnya acara yang akan di selenggarakan oleh si-empunya acara yang mengirimkan surat undangan itu.     Halaman depan surat itu tertulis kepada Yth. saudara Tegar,sedangkan di pojok bawahnya tertanda :Dr. H. bachri, di bawah nama itu tertera pula jabatan si-empunya nama : BUPATI kota X.   
Dilihat : 3 user

Cerpen

Sepotong Senja Untuk Pacarku                                                                       Alina tercinta, Bersama surat ini kukirimkan padamu sepotong senja–dengan angin, debur ombak, matahari terbenam, dan cahaya keemasan. Apakah kamu menerimanya dalam keadaan lengkap? Seperti setiap senja di setiap pantai, tentu ada juga burung-burung, pasir yang basah, siluet batu karang, dan barangkali juga perahu lewat di jauhan.
Dilihat : 15 user

Semiotika Sastra "Sepotong Senja untuk Pacarku" Seno Gumira A

“ Sepotong Senja Untuk Pacarku”  Sebuah Ironi untuk Bangsa “Sepotong Senja Untuk Pacarku” merupakan sebuah mahakarya dari Seno Gumira Ajidarma yang menjadi cerpen pilihan Kompas pada tahun 1993. “Sepotong senja Untuk Pacarku” sebagai cerpen yang dimana diksi atau pilihan katanya lebih condong ke dalam bentuk sebuah puisi. Seno Gumira sebagai seorang yang “ pembangkang” dalam proses kreatif menyajikan cerita tersebut dengan cukup unik dan indah, karena tidak terlalu terpaku pada
Dilihat : 11 user