Konsep-Konsep Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) - M. Arif Hasan, S.Pd. M.Pd.

Konsep-konsep dalam Pengelolaan Dumber Daya Alam

Manusia hidup di lingkungan sekitarnya seperti lahan air, tumbuhan, binatang, energi, dan atmosfer, yang menyediakan segala sesuatunya untuk bertahan hidup.  Jika terdapat sesuatu yang harus dipenuhi, tetapi tidak kita dapatkan, maka kita akan berhenti hidup.  Pada suatu saat sumber daya alam (SDA) kita dapat dipakai tanpa rasa takut, karena penduduk sangat sedikit, teknologi kita belum maju, sehingga tidak memungkinkan pemakaian SDA secara cepat dan besar-besaran.  Namun saat-saat tersebut kini sudah berlalu.  Manusia masih hidup di lingkungan sekitarnya, tetapi sekarang kita mampu menggunakan SDA dalam skala yang tidak dapat dipercaya.  Kita dapat mengambil air dari cadangan air yang terletak ratusan meter di bawah tanah.  Dan dengan bantuan teknologi modern, kita dapat meratakan gunung, mengubah aliran sungai, dan membuat energi nuklir.

Sayangnya, teknologi dan pertumbuhan penduduk sekarang menjadi masalah.  Kita temukan bahwa di masa depan kita harus hidup di lingkungan yang sama, pesawat ruang angkasa bumi kita. Dan ini bukan merupakan suatu kebanggaan, karena kita temukan bahwa banyak SDA kita tidak dapat digunakan untuk selama-lamanya.

Penggunaan SDA secara bijaksana bukanlah ide baru, tetapi sekarang, lebih dari sebelumnya, hal itu harus menjadi tujuan kita bersama. Mengelola SDA kita untuk masa yang akan datang dan masa kini harus menjadi prioritas bagi kita semua.

 1.Sumber Daya Alam

Pada kenyataannya, segala sesuatu di lingkungan kita dapat dianggap sebagai sumber daya alam.  Batu dapat digunakan sebagai penimbun jalan, dijadikan bahan bangunan, dan dijadikan bahan untuk patung.  Angin, air terjun, udara, mineral, serangga, atau apapun di sekitar kita dapat dianggap sebagai sumber daya.  Ketika seseorang mengambil sesuatu dan memakainya untuk melakukan pekerjaan atau mengubah bagian lain dari lingkungannya, sesuatu tersebut sudah menjadi sumber daya.  Bahkan sebelum sesuatu tersebut digunakan, potensi kegunaannya saja sudah membuat sesuatu tersebut sebagai Sumber Daya Alam.

 2.Sumber Daya Alam yang tidak Pernah Habis

Sumber daya alam yang senantiasa dapat digunakan untuk kegiatan manusia adalah Sumber daya alam yang tidak pernah habis. Sumber daya alam tersebut memperbaharui diri sendiri secara terus-menerus. Hal ini bukan berarti sumber daya tersebut tidak terbatas dan juga bukan berarti pemakaian yang salah tidak dapat memusnahkan sumber daya tersebut, tentu saja tidak.

Sebagai contoh adalah permukaan air.  Jika kita mengambil satu galon air dari sungai, beberapa galon lainnya akan menggantikannya. Jika kita membendung sungai, airnya akan melimpah kemana-mana.  Meskipun demikian, dampaknya terhadap jumlah air keseluruhan di bumi sangatlah kecil.  Contoh lainnya adalah udara.  Kita menggunakan udara untuk bernafas, menumbuhkan tanaman, menerbangkan pesawat, memutar kincir angin, mengeringkan makanan dan pakaian.  Kita dapat merusak udara dengan polusi.  Kita dapat membuatnya menjadi tidak bermanfaat, tetapi kita tidak dapat menghabiskannya, itulah sumber daya alam yang tidak pernah habis.

 3.Sumber Daya yang Dapat diperbaharui

Sumber daya alam yang dapat diganti dengan usaha manusia disebut juga dapat diperbaharui.  Hal ini disebabkan sumber daya dikatakan dapat diperbaharui, bukan berarti sumber daya tersebut tidak akan pernah habis.  Dengan kata lain, kita dapat memanfaatkan sumber daya tersebut, tetapi dengan usaha, kita masih mungkin mempunyai sumber daya dalam jumlah yang sama sebelum pemakaian.

Sebagai contoh adalah hutan.  Kita menggunakan kayu lebih banyak sekarang daripada yang lalu.  Sekarang kita masih memproduksi kayu lebih banyak daripada yang kita pakai.  Jenis kayu telah berubah. Kita tidak lagi memotong kayu-kayu yang besar seperti dulu, sehingga kita tidak kekurangan kayu atau produk kayu lainnya.  Hal ini benar karena adanya pengelolaan area hutan yang baik dan perbaikan genetik pohon.  Contoh lainnya adalah populasi ikan dan marga satwa yang dengan teknik manajemen perburuan dan penangkapan yang baik, jumlahnya dapat dipulihkan.

 4.Sumber Daya yang Habis Pakai

Banyak Sumber daya alam kita jumlahnya terbatas.  Sumber daya yang terbatas dan tidak dapat diganti atau diproduksi ulang disebut sumber daya yang tidak dapat diperbaharui atau yang habis pakai.  Dalam hal ini kita tidak dapat mengelolanya dengan pembaharuan.  Sumber daya tersebut juga tidak dapat memperbaharui dirinya sendiri, sekali dipakai, maka hilang untuk selamnya.  Kita hanya dapat mengawetkan sumber daya yang habis dipakai dengan cara mempelajari bagaimana pemakaiannya agar lebih hemat.  Kita mungkin berusaha untuk mendapatkannya lebih banyak, kita mungkin dapat mendaur ulang sebagian diantaranya, tetapi sekali sumber daya tersebut habis, maka kita akan kehilangan untuk selamanya.

Salah satu sumber daya yang habis dipakai yang sangat penting adalah minyak bumi.  Kita sering mendengar krisis energi.  Hal ini berkaitan dengan cadangan minyak di dalam bumi yang kalau kita keluarkan semuanya, maka habislah energi dari minyak bumi.  Kita harus mengembangkan sumber daya energi lainnya.

Contoh lainnya adalah sumber daya mineral.  Kita menggunakan logam, besi, kobal. seng, dan mineral lainnya untuk pembuatan barang-barang kita.  Kita tergantung pada mineral-mineral tersebut untuk kehidupan kita.  Kita harus mengelola sumber daya tersebut agar tersedia dalam waktu selama mungkin.

Lahan pertanian mungkin termasuk dalam katagori ini.  Lahan secara konstan dibentuk oleh alam.  Kita dapat mengembangkan lahan yang ada, membuatnya lebih subur, mengalirkan air ke atasnya, dan memberinya pupuk buatan.  Kita bahkan dapat membuat lahan pengganti dalam jumlah yang kecil.  Tetapi semuanya itu tidak menyebabkan lahan termasuk sumber daya yang tidak habis.  Hal ini disebabkan pembentukan kembali lahan oleh alam karena penggunaan yang kurang tepat sangatlah lamban, sekitar 500.000 tahun, sehingga lahan termasuk sumber daya yang tidak dapat diperbaharui.

 5.Tinjauan Ekologis

Manusia, pohon, air, binatang, ikan, rumput, sinar matahari, kesemuanya itu lebih banyak lagi termasuk dalam sistem secara menyeluruh. Sistem ini sengan semua interaksi dan saling ketergantungannya merupakan ekosistem. Ekologi adalah suatu cabang ilmu yang berhubungan dengan hubungan yang kompleks antara makhluk hidup dengan lingkungannya.  Sebuah sistem ekologi atau ekosistem adalah sistem kehidupan dengan lingkungan sekitarnya.  Danau, hutan, lembah yang luas dan gurun merupakan sustu ekosistem.

Pada kenyataanya, kita hidup di dalam ekosistem. Untuk hidup kita tergantung pada lingkungan sekitar kita. Untuk ribuan tahun lamanya, hal itu tidak menjadi masalah, tetapi sekarang jumlah penduduk bertambah sangat cepat.  Teknologi kita menjadi sangat hebat, sehingga pada beberapa abad belakangan ini penggunaan sumber daya alam dengan menggunakan teknologi tersebut membuat dampak yang meningkat terhadap ekosistem.

 6.Pengertian Ekologi

Sangatlah penting untuk dicatat bahwa ekologi adalah suatu ilmu.  Ekologi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya.  Environmentalisme yang mempunyai perhatian yang sangat besar terhadap lingkungan tidaklah sama dengan ekologi. Environmentalisme didasarkan pada emosi, nilai, kepercayaan dan politik. Seorang environmentalis adalah aktifis politik dengan perhatian khusus pada beberapa aspek lingkungan.  Environmentasil mempunyai perhatian terhadap benar dan salah, baik atau buruk serta bermoral atau tidak bermoral atas dasar persepsi mereka.

Sebagai sebuah ilmu, ekologi didasarkan pada pengamatan dan penafsiran data secara objektif. Seorang ahli ekologi adalah seorang ilmuwan yang menaruh perhatian pada apa yang diketahuinya dan apa yang dapat diamati.  Mereka tidak menaruh perhatian secara langsung pada baik atau buruk, benar atau salah, bermoral atau tidak bermoral.  Hal-hal tersebut bukanlah termasuk ilmu, karena hal tersebut sangat terbuka untuk penafsiran yang berbeda dan sangat tergantung tata nilai individu.

 7.Ilmu Ekosistem

Sebuah ekosistem adalah sekumpulan organisme, sisa-sisa zat organik, komponen-komponen kimia dan fisik, dan cuaca seperti sinar matahari dan suhu yang berinteraksi dan perubahan zat dan energi menurut bentuk dan tempatnya.  Ekosistem terdiri dari subsistem biotik dan subsistem abiotik.  Subsistem biotik misalnya adalah hubungan antara tumbuhan dan binatang dalam jaring makanan atau rantai makanan, sedangkan contoh subsistem abiotik adalah air danau dan unsur-unsur kimia dari tanah dan atmosfer yang larut kedalamnya, sehingga mempengaruhi tingkat keasaman air.

Pada dasarnya sebuah ekosistem adalah sistem energi. Setiap bagian ekosistem berinteraksi dengan bagian yang lain dari sistem dan sangat tergantung pada mereka. Ikan di danau menggunakan oksigen di dalam air yang terlarut dari atmosfer.  Tumbuh-tumbuhan di danau menggunakan sinar dari matahari dan menggunakan mineral dari dasar danau untuk tumbuh.  Semua proses tersebut dalam ekosistem tergantung pada energi. Dalam kenyataannya dapat dikatakan bahwa tidak akan terjadi sesuatu apapun di dalam ekosistem tanpa adanya aliran energi.

Terdapat tiga komponen dalam ekosistem, yaitu produsen (pada umumnya tumbuhan hijau yang memproduksi makanan melalui fotosintesis), transformer (yang dapat mengambil bahan pangan dasar dan mengubahnya menjadi bentuk organik yang lebih kompleks), dan pengurai (yang menghancurkan materi organik dan menguraikannya untuk dipakai kembali dalam ekosistem).  Suatu organisme dapat menjadi lebih dari satu komponen seperti tumbuhan hijau adalah produsen dan transformer dan jamur adalah transformer dan pengurai.

Terdapat empat proses biotik dasar yang terjadi di ekosistem, yaitu sintesis, fotosintesis, respirasi dan dekomposisi.  Sebagian proses dasar tersebut adalah sintesis biologis.  Sintesis biologis menunjuk pada setiap perubahan dalam komposisi, bentuk, ukuran, atau struktur tumbuhan atau binatang dalam ekosistem.  Misalnya adalah penggunaan makanan, mineral, dan air untuk tumbuh dan berkembang biak tumbuhan atau binatang.

Proses dasar yang kedua adalah fotosistesis. Dalam fotosintesis, tumbuhan mengkonversi air dan karbondioksida menjadi karbohidrat.  Proses ini memerlukan ketersediaan katalisator, yaitu khlorofil, yang pada umumnya terdapat pada tumbuhan hijau yang sehat. Hal itu juga diperlukan energi dari matahari, energi yang tergabung di dalam molekul karbohidrat.  Kita semua pernah mendengar bahwa karbohidrat adalah pangan dengan energi tinggi. Hal ini benar karena energi dari matahari  disimpan di dalamnya.  Fotosintesis adalah asal-usul dan sumber semua makanan dalam ekosistem.

Proses dasar yang ketiga adalah respirasi.  Respirasi adalah suatu proses yang terjadi pada sel-sel individu tumbuhan dan binatang dan binatang. Hal ini menyangkut pemecahan makanan ke dalam komponen-komponen penyusunnya dan pelepasan energi.  Sebagai contoh penguraian karbohidrat menjadi karbondioksida dan air dengan melepaskan energi yang tersimpan, sehingga tersedia untuk dimanfaatkan sel tumbuhan dan binatang.

Proses dasar yang keempat adalah dekomposisi. Dekomposisi adalah proses penguraian zat-zat organik menjadi komponen-komponen anorganik. Hanya dengan dekomposisi, unsur-unsur kimia dalam tumbuhan dan tubuh binatang siap didaur ulang ke dalam subsistem biotik dalam ekosistem.

Ekosistem dapat didefinisikan dalam berbagai cara.  Dalam suatu pengertian, akuarium di kelas adalah sebuah ekosistem. Dalam pengertian lain kelas itu sendiri merupakan sebuah ekosistem dan akuarium adalah bagian dari ekosistem. Masih dalam pengertian yang lain seluruh sekolah merupakan bagian ekosistem dalam pengertian geografis.

Segala sesuatu di bumi ini adalah bagaian dari satu atau lebih ekosistem. Pada setiap ekosistem jika kita melakukan sesuatu pada satu bagian, hal itu akan berpengaruh pada beberapa atau seluruh bagian dari sistem.  Dampaknya sering tidak dapat diramalkan sebelumnya dan mungkin sangat ekstrim.

Dalam teori kupu-kupu dikatakan bahwa kepakan dari sayap kupu-kupu disuatu bagian dunia mungkin akan berdampak pada iklim di bagian lain dunia.  Contoh nyata teori ini adalah kebakaran tambang tembaga dan batubara di Amerika menyebabkan hujan asam di Canada.

8.Suksesi Ekologis

Tidak ada ekosistem yang benar-benar stabil, sehingga tidak ada keseimbangan alam yang bersifat nyata. Ekosistem bersifat dinamis, selalu berubah. Satu spesies tumbuhan atau binatang digantikan oleh lainnya. Penggantian suatu spesies oleh lainya di dalam ekosistem disebut suksesi ekologi.  Misalnya dalam sebuah tambak.  Ganggang hanya tumbuh di tambak. Kemudian muncul bunga bakung.  Setelah beberapa tahun tambak akan dipenuhi endapan dan akan menjadi tanah darat lagi. Kemudian ganggang dan tumbuhan air akan digantikan oleh rumput dan semak beukar.  Setelah beberapa tahun kemudian pohon-pohon kecil mendominasi daerah tersebut.  Akhirnya, digantikan oleh pohon-pohon yang lebih tinggi sampai kemudian daerah tersebut menjadi hutan mungkin dengan pohon-pohonnya yang tinggi besar.

Konsep yang sangat penting dalam ekologi adalah biome.  Biome dapat difikirkan sebagai subsistem biotik dalam ekosistem yang ekstensif.  Ketika kita berbicara tentang biome, kita menggmbarkan dalam perngertian geografinya dan vegetasi puncaknya.  Biome yang utama adalah Antartika, hutan tundra, gurun, hutan pinus, padang rumput, biome air tawar dan biome lautan.  Ilmu yang mempelajari distribusi dan tempat biome disebut biogeografi.

9.Keseimbangan Alam

Apabila alam dalam keadaan seimbang, sedikit sekali terjadi perubahan.  Tumbuhan dan binatang spesies baru dikembangkan, yang tua mati.  Kebakaran, serangga, atau penyakit memusnahkan hutan.  Rumput dan semak belukar menggantikan hutan, walaupun pada akhirnya akan tumbuh hutan baru.  Akan tetapi manusia mengubah segalanya.  Kita membabat hutan, membajak tanah, menguras rawa, serta membangun kota dan jalan raya.  Perubahan besar-besaran dalam ekosistem akan berdampak pada setiap makhluk hidup termasuk diri kita sendiri.  Mengelola sumber daya alam kita secara bijaksana akan berarti banyak hal.  Satu hal berarti terjadi pengendalian alam sehingga kita dapat memanfaatkannya tanpa merusak keseimbangannya, atau paling tidak tanpa mengganggu keseimbangan tersebut secara permanen.

10.Jaring Makanan

Setiap makhluk hidup merupakan bagaian dari jaring makanan. Terminologi lain yang sering digunakan dalam konsep ini adalah rantai makanan.  Contohnya adalah sebagai berikut. Benih rumput yang sedang bersemi mendapatkan makanannya untuk tumbuh dari sisa-sisa bangkai serigala.  Rumput mati, membusuk, dan menjadi makanan serangga tanah.  Serangga tanah dimakan tikus, tikus dimakan binatang yang lebih besar dan kembali menjadi makanan serigala.  Serigala mati, tubuhnya membusuk dan siklus kembali dimulai.

11.Daya Dukung

Tingkat populasi dapat didefinisikan sebagai jumlah spesies tumbuhan dan hewan tertentu pada daerah tertentu dan pada waktu tertentu. Daya dukung mengacu pada kemampuan suatu ekosistem untuk menyediakan makanan dan menyediakan tempat bagi tingkat populasi tertentu.  Tingkat populasi tidak dapat melebihi daya dukung ekosistem.  Daya dukung dipengarui rantai makanan spesies yang bersangkutan.

Tingkat populasi juga dipengaruhi oleh ketersediaan air, tempat tinggal dan pemangsa. Faktor-faktor tersebut di atas, juga penyakit dan parasit, membantu populasi setiap spesies tetap berada pada tingkat yang dapat diterima dalam keseimbangan alam.  Ketika populasi melebihi daya dukung ekosistem, maka penyakit, pemangsa, dan kelaparan akan mengurangi tingkat populasi. Itulah cara alami.

Pertanian secara drastis meningkatkan daya dukung dunia untuk manusia. Pertanian tanaman pangan dan produksi ternak secara intensif dapat meningkatkan daya dukung ekosistem tersebut. Pada saat yang sama, kita tidak dapat menubah salah satu aspek ekosistem tanpa berpengaruh juga terhadap bagian yang lain dari ekosistem.

12.Populasi Manusia

Pada tahun 2000 jumlah penduduk dunia diperkirakan 6 miliar. Jika kita akan terus makan, bertempat tinggal dan menggunakan pakaian pada abad mendatang, kita harus merencanakannya sekarang.  Kita harus mulai pengelolaan sumber daya alam kita dengan lebih baik.  Kita harus mempelajari bagaimana meningkatkan keterampilan dan peralatan dalam pengelolaan sumber daya alam kita.

Tidak ada yang lebih membahayakan dari pada kelaparan global atau mati karena wabah penyakit.  Kita tidak akan kehabisan sumber daya alam, tetapi tantangannya adalah sebelum kita.  Mengelola sumber daya alam kita secara hati-hati adalah lebih penting sekarang dari pada sebelumnya.

13.Penggunaan Sumber Daya

Semua makhluk hidup bergantung pada ekosistemnya untuk bertahan hidup.  Dengan transportasi dan komunikasi modern, dunia adalah ekosistem kita.  Kita harus memperoleh segala sesuatu untuk hidup dari sistem tersebut dan tidak mungkin menyinambungkan jumlah penduduk yang hidup sekarang tanpa mengubah ekosistem.  Ketahanan hidup kita tergantung dari penggunaan sumber daya alam.

Dengan kata lain, penyalahgunaan sumber daya alam tidak dapat dibiarkan. Masyarakat kita harus mempunyai makanan dalam jumlah yang sangat besar.  Dan itu hanya dapat diproduksi dengan peralatan modern, pertanian skal besar, tetapi petani tidak membiarkan lahannya rusak karena erosi.  Adalah sangat mungkin untuk menghasilkan produk pertanian dengan sedikit kerusakan pada tanah.

 

Komentar : belum ada Komentar