Pendidikan Anti Korupsi Di SMA Negeri 1 Singaparna - M. Arif Hasan, S.Pd. M.Pd.

PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANTI KORUPSI

DI SMA NEGERI 1 SINGAPARNA TAHUN 2013

 

I.    PELAKSANAAN KEGIATAN

 A.Latar Belakang

Secara etimologi korupsi berasal dari kata korupsi yang berarti buruk,  Sedangkan secara terminologi diartikan sebagai pemberian dan penerimaan suap, baik yang memberi maupun menerima suap keduanya termasuk koruptor. David M. Chalmers mengatakan korupsi sebagai tindakan-tindakan manipulasi dan keputusan mengenai keuangan yang membahayakan ekonomi. J.J. Senturia mengatakan korupsi sebagai suatu penyalahgunaan kekuasaan pemerintah untuk keuntungan pribadi.

Jadi, korupsi merupakan suatu tindakan penyalahnyaan wewenang, kekuasaan yang dapat merugikan dalam bidang ekonomi dan dapat merugikan dalam bidang ekonomi dan dapat merupakan masyarkaat pada umumnya orang muslim. Korupsi dapat berarti pula penyalahgunaan kekuasaan pemerintah untuk keuntungan pribadi yang dapat merugikan pihak-pihak lain terutama uang negara.

Korupsi tidak hanya terkait dengan penyimpangan yang dilakukan oleh pemerintahan, tetapi juga oleh pihak swasta dan pejabat-pejabat ranah publik seperti polisi, pegawai negeri maupun orang-orang terdekat dengan mereka.

Menurut pandangan Islam korupsi dapat dinilai sebagai perbuatan mempertukarkan Allah dengan sesuatu yang bersifat materi karena tindakan korupsi merupakan manifestasi ketundukan seseorang pada wujud material selain Tuhan yang bertentangan dengan nilai Tauhid.

Perbuatan korupsi (ghulul) dalam Islam termasuk dalam kategori memakan harta manusia dengan cara batil yang diharamkan Allah Subhanahu wa Ta'ala, sebagaimana dalam firmanNya :

وَلا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقاً مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْأِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

"Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil, dan janganlah kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian dari harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui" [al Baqarah/2:188]

عَنْ أَبِِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله ُعَنْهُ قَالَ: لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ الرَّاشِى وَ اْلمُرْتَشِى فِى اْلحُكْمِ. (روه أحمد و الأربعة و حسنه الترمذى و صححه ابن حبان)

Artinya:   “Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah SAW melaknat  penyuap dan yang diberi suap dalam urusan hukum.” (H.R. Ahmad dan Imam yang empat dan dihasankan oleh Turmidji dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)


      Penyuapan merupakan sebuah bentuk perbuatan kriminal yang melibatkan sejumlah  pemberian kepada seseorang dengan maksud agar penerimaan pemberian tersebut mengubah perilaku sedemikian rupa, sehingga bertentangan dengan tugas dan tanggung jawab. Penyuapan dapat berbentuk, uang, rujukan, hak-hak istimewa atau berupa barang yang berharga.Penggelapan juga merupakan suatu bentuk korupsi yang melibatkan pencurian uang, properti, atau barang berharga oleh seoerang yang diberikan amanat untuk menjaga dan mengurus uang, properti atau barang berharga. Misalnya dengan jalan memanipulasi jumlah orang yang membutuhkan pelayanan tertentu.
Sedangkan pemerasan merupakan penggunaan ancaman kekerasan atau penampilan informasi yang dapat menghancurkan guna membujuk seseorang agar mau bekerjasama.Nepotisme merupakan bentuk tindak kriminal yang memilih keluarga atau teman terdekat berdasarkan pertimbangan hubungan tetapi bukan karena kemampuannya.

         Mengingat pentingnya aplikasi Pendidikan Anti Korupsi pada jenjang pendidikan menengah, maka SMA Negeri 1 Singaparna telah mengajukan proposal bantuan sosial dengan berbagai program kegiatan. Pengertian dan bentuk-bentuk korupsi belum semua dapat dipahami oleh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan SMA Negeri 1 Singaparna, terlebih oleh para peserta didik. Masih banyak mengartikan korupsi terutama oleh para peserta didik selalu dilibatkan pada masalah uang. Padahal lingkup lain pengertian korupsi tidak hanya selalu pada permasalahan keuangan. Misalnya, jika peserta didik terlambat dating ke sekolah, terlambat mengerjakan tugas juga merupakan lingkup dari korupsi, tentunya korupsi berkaitan dengan waktu.

       SMA Negeri 1 Singaparna sebagai salah satu Sekolah besar di kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi untuk menerapkan Pendidikan Anti Korupsi dalam kurikulum yang berlaku sekarang. Hal ini karena, pertama ; manajemen sekolah yang dilaksanakan memberikan gambaran tentang anti korupsi. Kedua, SMA Negeri 1 Singaparna dijadikan sebagai sekolah model atau percontohan dalam berbagai prestasi akademik maupun non akademik, baik unsur peserta didik, tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan di wilayah Dinas Pendidikan kabupaten Tasikmalaya. Ketiga, SMA Negeri 1 Singaparna berkeinginan membuat suatu program pendidikan anti korupsi bagi generasi mendatang, sehingga generasi muda berani berkata “tidak” untuk melakukan korupsi.

            Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu kiranya program Pendidikan Anti Korupsi di SMA Negeri 1 Singaparna diselenggarakan. Adapun bentuk penyelenggaraan Pendidikan Anti Korupsi antara lain ; Sosialisasi tentang Pendidikan Anti Korupsi, penyelenggaraan seminar tentang Pendidikan Anti Korupsi, penyusunan naskah pendidikan anti korupsi dalam RKAS, penyusunan naskah Prosedure Operasional Standar tentang Pendidikan Anti Korupsi, Lomba Kreatif Pendidikan Anti Korupsi, pengembangan pendidikan anti korupsi melalui website, spanduk, brosur ,majalah dinding atau slogan-slogan yang berkaitan dengan Pendidikan Anti Korupsi, serta pelaporan kegiatan Pendidikan Anti Korupsi di SMA Negeri 1 Singaparna.

 B.Tujuan

 Adapun tujuan penyelenggaraan dan pelaksanaan Pendidikan Anti Korupsi di SMA Negeri 1 Singaparna, antara lain ;

  1. sebagai aplikasi rencana program pada pengajuan proposal bantuan sosial mengenai Pendidikan Anti Korupsi Pendidikan Menengah, terutama di SMA Negeri 1 Singaparna
  2. sosialisasi program Pendidikan Anti Korupsi untuk tingkat Pendidikan Menengah, terhadap seluruh warga SMA Negeri 1 Singaparna
  3. melaksanakan seminar tentang Pendidikan Anti Korupsi terhadap warga SMA Negeri 1 Singaparna, baik tenaga pendidik, tenaga kependidikan, stakeholder pendidikan dan peserta didik
  4. menyusun naskah rencana aksi Pendidikan Anti Korupsi berupa Prosedure Operasional Standart (POS) dalam RKAS
  5. menyusun naskah rencana aksi Pendidikan Anti Korupsi berupa POS untuk Penerimaan Siswa Baru
  6. menyusun naskah rencana aksi Pendidikan Anti Korupsi berupa POS tentang program bantuanm yang bersumber dari APBN
  7. menyusun naskah rencana aksi Pendidikan Anti Korupsi berupa POS penegakan disiplin pimpinan, staf, guru dan siswa
  8. menyusun naskah rencana aksi Pendidikan Anti Korupsi berupa POS kemitraan dengan dunia usaha atau dunia industri
  9. menyelenggarakan aksi kampanye Pendidikan Anti Korupsi berupa pemasangan spanduk dan slogan-slogan anti korupsi
  10. melaksanakan kegiatan kegiatan kreatif Pendidikan Anti Korupsi berupa ; kegiatan Lomba   Karikatur antar siswa SMA Negeri 1 Singaparna, Lomba Debat tentang Pendidikan Anti Korupsi antar siswa SMA Negeri 1 Singaparna, dan Lomba Karya Tulis Essai tentang Pendidikan Anti   Korupsi antar pelajar SMA se Kabupaten Tasikmalaya.
  11. Melaksanakan pengembangan media informasi tentang kegiatan pelaksanaan kegiatan       Pendidikan Anti Korupsi dalam bentuk website, majalah dinding dan slogan-slogan anti         korupsi

 C. Sasaran

      Sasaran dari aplikasi dan pelaksanaan program Pendidikan Anti Korupsi di SMA Negeri 1 Singaparna, antara lain ;

  1. Pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya sebagai mitra kerja yang berkaitan dengan kerjasama dalam bidang sosial kemasyarakatan  terutama Pendidikan Anti Korupsi
  2. Kepala Sekolah, sebagai motivator, penggerak dan suri tauladan dalam perencanaan dan pelaksanaan program kerja Sekolah. Program kerja tersebut berkaitan dengan penanganan dan partisipasi aktif dalam Pendidikan Anti Korupsi di lingkungan Sekolah maupun lingkungan masyarakat
  3. Tenaga pendidik (Staf Guru) dan tenaga kependidikan (Staf Tata Usaha) penggerak dan suri tauladan dalam perencanaan dan pelaksanaan program kerja Sekolah. Program kerja tersebut berkaitan dengan penanganan dan partisipasi aktif dalam Pendidikan Anti Korupsi di lingkungan Sekolah, lingkungan sendiri  maupun lingkungan masyarakat
  4. Peserta didik (Siswa), sebagai sasaran pelatihan dan pembinaan Pendidikan berbasis karakter pribadi serta berpartisipasi aktif dalam Pendidikan Anti Korupsi di Sekolah, lingkungan sendiri atau masyarakat
  5. Masyarakat, sebagai salah satu pendukung dalam pembinaan dan partisipan dalam Pendidikan Anti Korupsi serta sebagai mitra kerja dengan SMA Negeri 1 Singaparna

  

II.  PELAKSANAAN DAN HASIL KEGIATAN
A.   Pelaksanaan Kegiatan

1.Tahap Persiapan

       Tahap persiapan dilaksanakan mulai bulan Agustus minggu ke 4 berupa ;

a)pembentukkan panitia pelaksana bantuan sosial Pendidikan Anti Korupsi (PAK) di SMA Negeri 1 Singaparna sebanyak 19 orang, terdiri atas panitia inti dan tim penyusun rencana aksi serta Job Description masing-masing yang disahkan oleh Kepala Sekolah.

b)sosialisasi kegiatan Pendidikan Anti Korupsi secara internal (di Sekolah) dan eksternal (yaitu ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya) 

c)rencana  materi dan aksi  kegiatan Pendidikan Anti Korupsi di SMA Negeri 1 Singaparna

 

2. Tahap Pelaksanaan

       Tahap pelaksanaan kegiatan ini  diawali oleh sosialisasi berupa penyelenggaraan seminar mengenai Pendidikan Anti Korupsi Pendidikan Menengah. Kegiatan seminar ini melibatkan seluruh unsur penyelenggara pendidikan, meliputi tenaga pendidik (staf guru), tenaga kependidikan (Staf Tata Usaha), peserta didik dan stakeholder pendidikan.

      Jumlah peserta pada kegiatan seminar Pendidikan Anti Korupsi di SMA Negeri 1 Singaparna ini sebanyak 100 orang, terdiri atas ; 29 orang staf guru/wali kelas, 5 orang guru BP/BK, 6 orang staf Tata Usaha, 2 orang anggota Komite Sekolah , dan 58 orang peserta didik (siswa). Pelaksanaan seminar pada hari Sabtu, tanggal 31 Agustus 2013 di Ruang Guru SMA Negeri 1 Singaparna. Narasumber dalam seminar tersebut berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, sesuai rencana yaitu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya (H.Cece Suryaman MK, S.Pd.), akan tetapi beliau berhalangan hadir dan sebagai gantinya adalah Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya (Drs. Suhara, M.M). Adapun narasumber inti mengenai Pendidikan Anti Korupsi berasal dari L-PAMAS Tasikmalaya (Dani Bachtiar Affandi).          

Tahap pelaksanaan berikutnya adalah penyusunan rencana aksi Pendidikan Anti Korupsi di SMA Negeri 1 Singaparna. Pelaksanaan penyusunan Prosedur Operaional Standart dalam bentuk naskah dilaksanakan mulai minggu ke 1 hingga ke 5 bulan September 2013. Penyusunan rencana aksi tersebut berupa pembuatan naskah yang melibatkan  Prosedur Operasional Standart antara lain ;

  1. POS Pendidikan Anti Korupsi dalam RKAS rentang 1 tahun, artinya Kegiatan Pendidikan anti Korupsi masuk dalam Program Pengembangan Sekolah, seperti tercantumnya Standar Isi, Standar Kelulusan, Standar Pembiayaan, Standar evaluasi dan sebagainya.Penyusunan naskah ini dilaksanakan oleh 19 orang (panitia inti dan tim penyusun khusus). Koordinator pelaksana pada penyusunan POS ini adalah bapak H. Endang Solih, S.Pd. M.Pd.
  2. POS Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), dalam naskah ini tercantum antara lain Rencana Seleksi Peserta Didik Baru, Sistem atau model seleksi, penentuan kuota dan jumlah rombongan belajar, serta penyelenggaraan Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB) di SMA Negeri 1 Singaparna. Penyusunan naskah untuk POS Penerimaan Peserta Didik Baru ini dikoordinir oleh Bapak Dodi Sobari, S.Pd. M.M.
  3. POS program-program bantuan yang bersumber dari APBN. Penyusunan naskah ini dikoordinir oleh bapak Drs. H. Mail Efendi, M.M.
  4. POS Penegakan Disiplin Pimpinan dan Staf, Guru dan Siswa, konten dalam penyusunan naskah ini berupa program unggulan dalam upaya layanan prima, analisa tingkat kesadaran, komitmen dan ketaatan pimpinan, staf , guru dan siswa terhadap tugas dan kewajiban yang telah ditetapkan. Koordinator pelaksana pada penyusunan naskah ini adalah bapak Kuston, S.Pd.
  5. POS Kemitraan dengan DUDI (Dunia Usaha atau Dunia Industri),konten naskah ini antara lain memuat 8 SNP, pengembangan hubungan kemitraan dengan Dunia Usaha atau Dunia Industri, dapat pula  kemitraan dengan Perguruan Tinggi serta masyarakat sekitar. Pengembangan mutu berupa pelatihan tenaga pendidikan atau kependidikan melibatkan personil Perguruan Tinggi atau instansi terkait. Intinya dalam kegiatan ini diharapkan munculnya nilai kebersamaan, sosial, empati, dan gotong royong dalam merealisasikan program Sekolah dengan masyarakat. Penyusunan naskah ini koordinir oleh bapak Drs. Acep Sumirat S, M.M.

       Tahap pelaksanaan selanjutnya adalah implementasi Kegiatan Kreatif Pendidikan Anti Korupsi yang dilaksanakan mulai minggu pertama hingga minggu ke 4 bulan Septeber 2013. Kegiatan kreatif Pendidikan Anti Korupsi ini berupa penyelenggaraan Lomba yang berkaitan dengan rencana aksi Pendidikan Anti Korupsi di SMA Negeri 1 Singaparna. Adapun deskripsi tahap kegiatan kreatif ini antara lain ;

  1. Lomba Karikatur Pendidikan Anti Korupsi antar siswa di Lingkungan SMA Negeri 1 Singaparna. Pendaftaran peserta muali tanggal 1 s.d. 12 September 2013. Sedangkan pelaksanaan Lomba Karikatur adalah tanggal 14 September 2013. Persyaratan berkaitan dengan Lomba ini tercantum dalam Brosur yang telah diterima peserta didik SMA Negeri 1 Singaparna. Deskripsi persyaratan untuk Lomba Karikatur Pendidikan Anti Korupsi tercantum di bawah ini.

 A. Syarat dan Ketentuan Umum

 1)   Peserta adalah siswa/siswi tingkat SMA

 2)   Mengisi Formulir Pendaftaran (disediakan oleh Panitia)

 3)   Melampirkan fotokopi/salinan Kartu Pelajar sebanyak 1 lembar

 4)   Melampirkan pas foto terbaru berwarna dengan ukuran  3 x 4 sebanyak 1 lembar

 5)   Peserta tidak di pungut biaya apapun

 

B.  Syarat dan Ketentuan Khusus

1)    Melengkapi semua Syarat danKetentuan Umum

2)    Pendaftaran peserta mulai tanggal 1 s.d. 12 September 2013

3)    Pelaksanaan dan pengumpulan hasil karya lomba karikatur tanggal 14 September        2013

4)    Peserta berasal dari peserta didik SMA Negeri 1 Singaparna kelas X,XI atau XII

5)  Tema Karikatur harus sesuai dengan Pendidikan Anti Korupsi Pendidikan Menengah

6) Karya karikatur adalah karya sendiri dan belum pernah di publikasikan atau                 diikutsertakan dalam lomba sejenis

7)  Design karikatur dilakukan melalui design menggunakan kertas ukuran A4 dan atau      komputer

8)   Design karikatur dapat berwarna atau hitam putih

9)   Setiap peserta hanya menyerahkan sebuah karya karikatur

10) Jumlah peserta Lomba Karikatur maksimal 103 orang

11) Peserta lomba yang terpilih menjadi juara 1,II dan III wajib menyertakan karya          karikatur disertai softcopy designnya

12) Juara I,II dan III berhak mendapat sertifikat, Tropi dan uang Pembinaan

 

  1. Kriteria Penilaian Tim Juri

Tim juri terdiri atas 3 orang guru yang memilki kompetensi dalam bidang karya dan seni. Adapun kriteria penilaian Tim juri secara global meliputi ; kesesuaian dengan tema, ide/gagasan, komposisi, dan bentuk dari karikatur.

 

  1. Lomba Debat mengenai Pendidikan Anti Korupsi Pendidikan Menengah antar siswa di Lingkungan SMA Negeri 1 Singaparna. Pendaftaran peserta mulai tanggal 26 Agustus s.d. 07 September 2013. Sedangkan pelaksanaan Lomba Debat tanggal 21 September 2013. Teknis pelaksanaan Lomba Debat tersebut adalah kelompok berdasarkan perwakilan kelas masing-masing, yaitu kelas X,XI dan kelas XII. Tetapi penilaian tetap secara individual berdasarkan criteria penilaian oleh tim juri pada kegiatan lomba debat tersebut. Deskripsi persyaratan untuk Lomba Debat mengenai Pendidikan Anti Korupsi  tercantum di bawah ini.

A.Syarat dan Ketentuan Umum

 1)   Peserta adalah siswa/siswi tingkat SMA

2)    Mengisi Formulir Pendaftaran (disediakan oleh Panitia)

3)    Melampirkan fotokopi/salinan Kartu Pelajar sebanyak 1 lembar

4)    Melampirkan pas foto terbaru berwarna dengan ukuran  3 x 4 sebanyak 1 lembar

5)    Peserta tidak di pungut biaya apapun

B.   Syarat dan Ketentuan Khusus

1)   Melengkapi semua Syarat danKetentuan Umum

2)   Peserta berasal dari peserta didik SMA Negeri 1 Singaparna kelas X,XI dan XII

3)   Pendaftaran peserta mulai tanggal 26 Agustus  s.d. 07 September 2013

4)   Tema debat mengenai Pendidikan Anti Korupsi tingkat pendidikan menengah

5)   Jumlah peserta lomba maksimal 50 orang

6)   Seleksi awal dilakukan di kelas masing-masing calon peserta yang ditunjuk               sebagai perwakilan kelasnya

7) Seleksi akhir dilakukan untuk menentukan calon juara I,II dan III mengikutsertakan     audien dari perwakilan kelas masing-masing

8)  Juara I,II dan III berhak mendapatkan sertifikat, tropi dan uang pembinaan

 

C.   Kriteria Penilaian Tim Juri

Tim juri terdiri atas 3 orang guru yang memilki kompetensi dalam bidangnya. Adapun kriteria penilaian Tim juri secara global meliputi ;

1)    Metode penyampaian pendapat

2)    Etika dalam berbicara dan penyampaian pendapat

3)    Penguasaan materi setiap peserta dalam menyampaikan pendapat

4)    Toleransi dalam penyampaian pendapat

Lomba Karya Tulis “ESSAI” mengenai Pendidikan Anti Korupsi antar pelajar SMA se Kabupaten Tasikmalaya. Deskripsi persyaratan untuk Lomba Penulisan Essai Pendidikan Anti Korupsi tercantum di bawah ini.

A.   Syarat dan Ketentuan Umum

1)   Peserta adalah siswa/siswi tingkat SMA

2)   Mengisi Formulir Pendaftaran (disediakan oleh Panitia)

3)   Melampirkan fotokopi/salinan Kartu Pelajar sebanyak 1 lembar

4)   Melampirkan pas foto terbaru berwarna dengan ukuran  3 x 4 sebanyak 1 lembar

5)   Peserta tidak di pungut biaya apapun

 

B.   Syarat dan Ketentuan Khusus

1) Melengkapi semua Syarat danKetentuan Umum

2) Setiap SMA berhak mengirimkan calon peserta maksimal 2 orang

3) Lomba diikuti secara perorangan, setiap peserta hanya boleh mengirimkan 1             karya tulis/essai

4) Karya tulis dalam bentuk Essai Ilmiah ditulis secara runut mengikuti pola                   Pendahuluan, Isi dan Penutup

5) Hasil karya peserta belum pernah mengikutsertakan karya tulis yang sama pada         berbagai Lomba sejenis atau belum pernah di publikasikan dalam bentuk media           publikasi

6) Tema karya tulis adalah “Kantin Jujur Wujud Pendidikan Anti Korupsi di Sekolah”

7) Naskah ditulis menggunakan Bahasa Indonesia yang baku dengan tata bahasa dan    ejaan yang disempurnakan, dengan istilah-istilah mudah dimengerti dan tidak            menggunakan singkatan-singkatan seperti tdk, tsb, dll, dan sebagainya.

8) Deskripsi konsep di ketik dengan ukuran kertas A4 70 gram, jenis huruf Time New      Roman, ukuran huruf 12, jarak spasi 1,5, rata kanan-kiri (justify) dengan format        margin kiri 4, kanan 3, atas 3 dan margin bawah 3

9)Panjang halaman naskah minimal 5 dan maksimal 15 halaman (tidak termasuk cover    dan lampiran), setiap halaman di beri nomor halaman

10)Karya tulis di jilid, cover depan memuat Judul, nama penulis, asal sekolah dan           tahun penulisan

11) Naskah merupakan hasil kajian/review yang belum pernah diterbitkan dan atau          diikutsertakan dalam lomba apapun (bersifat orisinil)

12) Naskah dikumpulkan dalam bentuk hardcopy saat pendaftaran, dimasukkan dalam      satu amplop warna coklat

13) Pendaftaran mulai tanggal 26 Agustus s.d.  07 September 2013

14) Pengumpulan hasil karya tulis paling lambat tanggal 16 September 2013

15) Kriteria Penilaian Naskah Tahap pertama antara lain ; Kesesuaian Judul terhadap      tema, ketajaman analisis dan argumentasi, hubungan antar gagasan, penggunaan

16) bahasa, sistematika penulisan, kecukupan dan kekuatan data dan referensi

17) Sebanyak 3 penulis naskah essai terbaik akan dihubungi oleh pihak panitia dan          diumumkan pada tanggal 21 September 2013

18) Sebanyak 3 penulis naskah essai terbaik akan di undang pada acara puncak           Lomba Essai Pendidikan Anti Korupsi Tahun 2013 untuk mengikuti seleksi tahap         kedua dengan mempresentasikan hasil tulisan dalam bentuk Powerpoint di SMA         Negeri 1 Singaparna pada tanggal 28 September 2013

19) Kriteria penilaian tahap kedua untuk penentuan Juara I,II dan III antara lain ;       Penampilan, kompetensi berkomunikasi, penguasaan materi, singkronisasi presentasi   dengan naskah/karya tulis, kreatifitas dan kompetensi mempertahankan pendapat

20) Peserta yang terpilih menjadi Juara I,II dan III akan memperoleh sertifikat, tropi      dan uang pembinaan

21) Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat

22) Bagi peserta yang terpilih menjadi Juara I,II dan III wajib menyerahkan naskah          dalam bentuk hardcopy dan softcopynya ke Panitia penyelenggara

C.   Kriteria Penilaian Tim Juri

Tim juri terdiri atas 3 orang guru yang memilki kompetensi dalam bidangnya. Adapun kriteria penilaian Tim juri secara global telah tercantum dalam syarat dan ketentuan khusus untuk Lomba Penulisan Essai ini.

Penyerahan hadiah setiap mata lomba berupa sertifikat, tropi dan uang pembinaan kepada setiap peserta lomba, baik lomba karikatur, lomba debat, dan lomba penulisan essai akan dilaksanakan pada saat Upacara Paripurna hari Senin, tanggal 07 Oktober 2013 di kampus SMA Negeri 1 Singaparna.

B.   Hasil  Kegiatan dan Analisis

1.   Hasil Pendidikan Anti Korupsi

Mengacu pada program deskripsi implementasi Pendidikan Anti Korupsi Pendidikan Menengah, khususnya SMA Negeri 1 Singaparna telah melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan program Pendidikan Anti Korupsi , antara lain ;

- Rapat koordinasi pembentukkan Panitia Pelaksanaan Bantuan Sosial Pendidikan anti    Korupsi

- Sosialisasi mengenai Program Pendidikan Anti Korupsi kepada warga Sekolah dan        Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya

- Seminar sehari mengenai Pendidikan Anti Korupsi

- Penyusunan naskah rencana aksi kegiatan Pendidikan Anti Korupsi dalam RKAS, penyusunan naskah POS Penerimaan Peserta Didik Baru, penyusunan naskah POS Bantuan yang bersumber dari APBN, penyusunan naskah POS Penegakan Disiplin Pimpinan, Tenaga Pendidikan, Tenaga Kependidikan, dan Peserta didik, penyusunan naskah POS Kemitraan dengan DUDI (Dunia Usaha atau Dunia Industri)

- Kegiatan kreatif berupa kegiatan Lomba Karikatur, Lomba Debat, dan Lomba             Penulisan Essai yang berkaitan dengan Pendidikan Anti Korupsi         

- Aksi kampanye mengenai Pendidikan Anti Korupsi melalui pemasangan spanduk, dan    slogan-slogan berkaitan dengan materi Pendidikan Anti Korupsi

- Pengembangan Media Informasi mengenai setiap kegiatan yang berkaitan dengan     Pendidikan Anti Korupsi di SMAN 1 Singaparna, melalui website dan majalah dinding.

Koordinator Pelaksana,

M. Arif Hasan


Dilihat : 1 User
Komentar : belum ada Komentar