Rambu-rambu Lalu Lintas - Agus Nisfan

Rambu-rambu Lalu Lintas

RAMBU-RAMBU  LALU LINTAS

 

MATERI

Kelancaran transportasi tidak terlepas dari kondisi lalu lintas pada lokasi setempat. Lalu lintas yang dimaksud di sini adalah gerak pindah manusia dengan atau tanpa alat penggerak dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan jalan sebagai ruang gerak.

Lalu lintas yang aman, tertib, lancar, dan efisien sangat kita dambakan, karena dengan hal tersebut segala aktifitas dalam masyarakat akan lebih terjamin.

Sebaliknya lalu lintas yang kacau balau dan acak-acakan akan membawa kesulitan, seperti menimbulkan kecelakaan, pelanggaran, kemacetan lalu lintas yang dapat menimbulkan korban waktu, harta,  bahkan korban jiwa.

Permasalahan lalu lintas berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat yang meliputi beberapa hal berikut.

  • Pertambahan penduduk
  • Peningkatan taraf hidup masyarakat yang memungkinkan bertambahnya kendaraan bermotor di jalan
  • Pertambahan angkutan sebagai akibat meningkatnya mobilitas manusia maupun barang
  • Keterbatasan prasarana serta peralatan lalu lintas dibandingkan dengan kemajuan dan perkembangan masyarakat.

Akibat ketidakseimbangan seperti di atas, timbullah persoalan-persoalan baru dalam bidang lalu lintas. Persoalan tersebut akan semakin rumit dengan kurangnya disiplin serta sopan santun dari para pemakai jalan. Untuk itu, pemahaman tentang lalu lintas sangat penting untuk diketahui.

 

A. Rambu-rambu Lalu Lintas

Setiap jenis lalu lintas mempunyai tata tertib sendiri-sendiri. Dengan demikian, aturan-aturan lalu lintas di darat tidak dapat diterapkan untuk lalu lintas udara maupun lalu lintas laut.

Khusus untuk  lalu lintas darat bisa dibagi dalam dua kategori, yakni lalu lintas jalan dan lalu lintas di atas rel.

Keduanya mempunyai peraturan tersendiri, artinya ketentuan-ketentuan terhadap kendaraan bermotor tidak berlaku terhadap alat angkutan yang bergerak diatas rel seperti lokomotif dan trem serta setiap kendaraan yang ditarik olehnya.

Peraturan lalu lintas yang berlaku di Indonesia dibuat dalam bentuk rambu-rambu lalu lintas yang bersifat  Internasional.

Rambu-rambu tersebut dibagi dalam tiga jenis, yaitu:

  1. Rambu-rambu berbentuk bujur sangkar dengan dasar kuning, tanda gambar warna hitam menunjukkan peringatan suatu bahaya.
  2. Rambu-rambu berbentuk bundar menunjukkan larangan
  3. Rambu-rambu berbentuk persegi empat digunakan untuk memberi petunjuk.

 Ketiga jenis rambu-rambu diatas harus dipasang sesuai dengan tempatnya.

 

B. Tata Tertib Lalu Lintas

Pemasangan rambu-rambu lalu lintas dimaksudkan agar pemakai jalan mengetahui kondisi lokasi setempat. Bila semua pemakai jalan menaati rambu-rambu lalu lintas yang ada, maka lalu lintas akan berjalan tertib dan lancar.

Tanpa mengabaikan rambu-rambu lalu lintas yang ada, dalam berlalu lintas terdapat beberapa pemakai jalan yang harus didahulukan, yaitu:

  1. Kendaraan yang berjalan diatas rel
  2. Kendaraan pemadam kebakaran
  3. Kendaraan orang sakit/Ambulance
  4. Kendaraan untuk memberi pertolongan waktu kecelakaan lalu lintas
  5. Pawai penguburan
  6. Barisan ABRI
  7. Pawai dan anak-anak sekolah yang berbaris teratur atau bersepeda berkelompok disertai pengiringnya

(Rujukan mengacu pada PP No. 43 tentang Rambu-rambu lalu lintas).

            Dalam upaya menciptakan kondisi nyaman berlalu lintas perlu adanya dukungan dari berbagai komponen sistem trasportasi diantaranya:

-  Jalan

-  Jembatan

-  Terminal, pelabuhan dan stasiun

-  Kendaraan

-  Persimpangan.

Untuk menganalisis kemacetan lalu lintas, diperlukan analisis terhadap sistem yang terkait dalam bidang transportasi. Untuk itu, perlu tinjauan tentang kelas jalan, volume lalu lintas yang lewat, kendaraan yang melintas, penyeberang jalan dan pejalan kaki yang melintas, perlengkapan jalan (rambu, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas) dan juga lingkungan yang ada di sekitar jalan tempat terjadinya kemacetan.

 

C. Peta Lokasi

Ketika kita dalam suatu perjalanan darat atau sedang melakukan lintas alam, kita memerlukan peta sebagai pemandu untuk mencapai tempat yang dituju.

1. Peta tanah

Peta tanah merupakan suatu gambar tampak dari gambar topografi. Peta ini digunakan untuk menjelaskan proporsi dan situasi permukaan bumi. Gambar Topografi merupakan gambar bentuk permukaan tanah yang sebenarnya, termasuk di dalamnya ada tebing, lembah, pantai, danau, pohon-pohon, dan sebagainya.      

2. Peta Geografi

Peta Geografi menggambarkan letak suatu wilayah. 

3. Peta  Geologi

Peta Geologi menggambarkan keadaan tanah secara umum seperti aktif atau tidaknya suatu tanah (gunung, pegunungan dan lain-lain), serta labil tidaknya keadaan suatu tanah dan sebagainya dalam wilayah yang  luas.

4. Peta Jalan

Peta jalan selalu dimiliki oleh setiap pemerintah baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, tidak terkecuali Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (DLLAJR) dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU).    Peta jalan digunakan sebagai petunjuk untuk menemukan suatu alamat dengan cepat dan mudah.

5. Peta Piktorial

Peta piktorial menampilkan hal-hal yang menarik dalam bentuk tiga dimensi dari suatu wilayah misalnya perkotaan, perkantoran, pertokoan, dan sebagainya. Peta ini tidak dibuat akurat dan tidak detail tetapi cenderung menampilkan gambar wilayah tertentu dari segi arahnya saja.

6. Peta Situasi

Peta situasi adalah suatu peta yang digambarkan secara tegak lurus dan menggambarkan hanya sebagian kecil dari bumi. Contoh: Peta kampus/sekolah, peta rumah tinggal,  peta pusat pertokoan, peta pusat kota.    

7. Skala dan Arah Peta

Satuan yang biasa dipakai untuk skala peta adalah meter (m) atau kilometer (km) di lapangan dan satuan centimeter (cm) dalam gambar.

Skala pada peta tertulis 1 : 1.000

Artinya:  1 centimeter pada gambar sama dengan 1.000 meter di lapangan,

Arah peta ditandai dengan arah Mata angin yang diletakkan dibagian atas/bawah gambar dan ditandai dengan arah panah.

8. Membaca peta

Melalui peta kita dapat melihat letak suatu wilayah seperti nama jalan, objek wisata atau tempat-tempat tertentu lainnya. Jarak dari satu tempat ke tempat lainnya dapat dibaca dari legenda peta dan dapat langsung diukur pada peta tersebut dengan menggunakan Curvimeter.

Ada 2 jenis curvimeter yaitu curvimeter analog dan curvimeter digital.

 

B. Macam-macam Sistem Komunikasi pada Alat Transportasi

Macam-macam sistem komunikasi pada alat transportasi terdiri atas 2 golongan:

1). Berdasarkan bentuknya;

- Isyarat lampu pada mobil, pesawat terbang.

- Isyarat bunyi: sirine, klakson, peluit di Kereta Api dan kapal laut.

2). Berdasarkan fungsinya;

-  GPS (Geographical Positioning  System)

-  Radio panggil

 

C. Peralatan Minimal Kesehatan dan Keselamatan Transportasi

Peralatan minimal untuk kesehatan dan keselamatan transportasi adalah sebagai berikut:

  1. Kotak PPPK (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan).
  2. Pelampung untuk transportasi laut.
  3. Sabuk pengaman dan helm untuk transportasi darat.
  4. Tabung pemadam kebakaran untuk transportasi darat, laut, dan udara.
  5. Palu untuk transportasi darat.

 

D. Langkah-langkah  Pencegahan Kecelakaan

Beberapa langkah yang dapat diupayakan untuk mencegah kecelakaan antara  lain:

  1. mempersiapkan kendaraan dalam kondisi baik.
  2. tidak mengemudi kendaraan dalam keadaan mengantuk atau mabuk.
  3. tidak ngebut.
  4. mematuhi peraturan lalu lintas.

E. Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Transportasi secara Simulasi

Pertolongan pertama pada umumnya diberikan pada korban kecelakaan/penyakit yang bersifat mendadak dan ditempat kejadian yang tidak terdapat tenaga medis.

Tujuan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan adalah memberikan pertolongan darurat sebelum pertolongan atau perawatan lebih lanjut, tujuan P3K adalah sebagai berikut;

  • menyelamatkan jiwa korban
  • mengurangi penderitaan korban
  • mencegah penyakit/cedera yang diderita korban semakin parah
  • mempertahankan daya tahan korban sehingga pertolongan selanjutnya dapat diberikan.

Kejadian-kejadian yang biasanya terjadi pada saat kecelakaan antara lain;

  • kehilangan kesadaran
  • shock
  • luka
  • pendarahan
  • patah tulang
  • pernapasan & jantung berhenti.

Hal-hal yang harus diperhatikan ketika memberikan P3K

  • tidak panik
  • tidak lamban dan tidak tergesa-gesa
  • periksa korban seteliti mungkin
  • mengetahui latar belakang kejadian
  • segera menghubungi Polisi atau paramedis terdekat.
Kategori : ptd
Dilihat : 25 User
Komentar : belum ada komentar