Tanaman CIMPLUKAN - Puput Nurmalla

Tanaman CIMPLUKAN

Khasiat Buah CipLukan

Pernahkah Anda mendengar nama buah Ciplukan? Jika Anda pernah hidup di desa atau setidaknya pernah merasakan kehidupan desa saat Anda kecil atau ketika pulang kampung, Anda pasti kenal dengan buah yang satu ini.

 

Dengan tinggi yang hanya sekitar 20 - 30 cm, pohon ciplukan biasanya tumbuh didaerah semak atau di pingir-pinggir kebun. Bentuk dan rasa buahnya seperti buah tomat berukuran kecil dengan pelindung tipis yang menyerupai lampion berwarna hijau dan akan berubah menjadi kuning jika sudah masak.

 

Tanaman ini seringkali hanya dianggap sebagai tanaman hama pengganggu karena tumbuh liar di antara tanaman-tanaman para petani. Namun, siapa sangka jika tanaman ini ternyata memiliki banyak khasiat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.

 

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, Ciplukan atau dalam nama latinnya disebut sebagai Physalis Angulata L, memiliki aktivitas sebagaianthiperglikemik, antibakteri, antivirus, imunostimulan dan imunosupresan (imunomodulator),antiinflamasi, antioksidan dan sitotoksik.

 

Kandungan kimia atau senyawa aktif yang terkandung didalamnya antara lain saponim, flavonoid, polifenol, dan fisalin. Komposisi lainnya berupa protein, minyak lemak dengan komponen utama asampalmitat dan asam stearat.

 

Salah satu manfaat utama buah Ciplukan diyakini sangat efektif sebagai penurun kadar gula darah atau antidiabetes. Pohon Ciplukan yang sudah berbuah diambil / dicabut beserta akar-akarnya kemudian setelah dibersihkan dilayukan dan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tersisa 1 gelas, kemudian disaring dan dapat langsung diminum.

Nama lain: cecenet, cecendet dan nyurnyuran.

 

CIPLUKAN
( Physallis peruviana L )
Buah ciplukan yang biasa kita lihat tumbuh liar di sawah maupun di kebun-kebun ternyata mempunyai manfaat di bidang kesehatan.

 

 

 

1. Nama Tanaman

 

Nama ilmiah: Physalis angulata L. Nama lokal: Morel berry (Inggris), Ciplukan (Indonesia), Ceplukan (Jawa), Cecendet (Sunda), Yor-yoran (Madura), Lapinonat (Seram), Angket, Kepok-kepokan, Keceplokan (Bali), Dedes (Sasak), Leletokan (Minahasa).

 

2. Klasifikasi

 

Klasifikasi Physalis angulata L dalam sistematika tumbuhan menurut adalah:
Kingdom: Plantae
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledonnae
Ordo: Solanales
Famili: Solanaceae
Marga: Physalis
Spesies: Physalis angulata L

 

3. Deskripsi Tanaman

 

Physalis angulata L adalah tumbuhan herba annual (tahunan) dengan tinggi 0,1-1 m. Batang pokoknya tidak jelas, percabangan menggarpu, bersegi tajam, berusuk, berongga, bagian yang hijau berambut pendek atau boleh dikatakan gundul. Daunnya tunggal, bertangkai, bagian bawah tersebar, di atas berpasangan, helaian berbentuk bulat telur-bulat memanjang-lanset dengan ujung runcing, ujung tidak sama (runcing-tumpul-membulat-meruncing), bertepi rata atau bergelombang-bergigi, 5-15 x 2,5-10,5 cm. Bunga tunggal, di ujung atau ketiak daun, simetri banyak, tangkai bunga tegak dengan ujung yang mengangguk, langsing, lembayung, 8-23 mm, kemudian tumbuh sampai 3 cm. Kelopak berbentuk genta, 5 cuping runcing, berbagi, hijau dengan rusuk yang lembayung. Mahkota berbentuk lonceng lebar, tinggi 6-10 mm, kuning terang dengan noda-noda coklat atau kuning coklat, di bawah tiap noda terdapat kelompokan rambut-rambut pendek yang berbentuk V. Tangkai benang sarinya kuning pucat, kepala sari seluruhnya berwarna biru muda. Putik gundul, kepala putik berbentuk tombol, bakal buah 2 daun buah, banyak bakal biji. Buah ciplukan berbentuk telur, panjangnya sampai 14 mm, hijau sampai kuning jika masak, berurat lembayung, memiliki kelopak buah.

 

4. Habitat, Penyebaran, dan Budidaya

 

Ciplukan adalah tumbuhan asli Amerika yang kini telah tersebar secara luas di daerah tropis di dunia. Di Jawa tumbuh secara liar di kebun, tegalan, tepi jalan, kebun, semak, hutan ringan, dan tepi hutan. Ciplukan biasa tumbuh di daerah dengan ketinggian antara 1-1550 m dpl. Kultur tunas dapat tumbuh baik pada media MS dengan penambahan zat pengatur tumbuh BA dan IAA. Kadar dan perbandingan zat pengatur tumbuh untuk regenerasi kultur tunas agar diperoleh planttet adalah sebesar BA 3-4 ppm dan IAA 0,1 ppm.

 

5. Penggunaan di Masyarakat

 

Akar tumbuhan ciplukan pada umumnya digunakan sebagai obat cacing dan penurun demam. Daunnya digunakan untuk penyembuhan patah tulang, busung air, bisul, borok, penguat jantung, keseleo, nyeri perut, dan kencing nanah. Buah ciplukan sendiri sering dimakan untuk mengobati epilepsi, tidak dapat kencing, dan penyakit kuning.

 

6. Kandungan Kimia

 

Senyawa-senyawa aktif yang terkandung dalam ciplukan antara lain saponin, flavonoid, polifenol, dan fisalin. Komposisi detail pada beberapa bagian tanaman, antara lain: herba (Fisalin B, Fisalin D, Fisalin F, Withangulatin A), biji (12-25% protein, 15-40% minyak lemak dengan komponen utama asam palmitat dan asam stearat), akar (alkaloid), daun glikosida (flavonoid/luteolin), tunas (flavonoid dan saponin).

 

7. Perkembangan Penelitian

 

Sejak lama, ciplukan sebenarnya telah diteliti oleh para ahli dari berbagai negara. Penelitian tersebut biasanya terfokus pada aktivitas yang dimiliki oleh ciplukan. Dari penelitian yang telah dilakukan, baik secara invitro maupun invivo, didapatkan informasi bahwa ciplukan memiliki aktivitas sebagai antihiperglikemi, antibakteri, antivirus, imunostimulan dan imunosupresan (imunomodulator), antiinflamasi, antioksidan, dan sitotoksik.

 

Baedowi [1998] telah melakukan penelitian terhadap ciplukan secara invivo pada mencit. Dari penelitiannya tersebut, didapatkan informasi bahwa ekstrak daun ciplukan dengan dosis 28,5 mL/kg BB dapat memengaruhi sel β insulin pankreas. Hal ini menunjukkan adanya aktivitas antihiperglikemi dari ciplukan.
Januario et al. (2000) telah menguji aktivitas antimikroba ekstrak murni herba ciplukan fraksi A1-29-12 yang terdiri dari fisalin B, D, dan F menunjukkan KHM (Kadar Hambat Minimum) dalam g.mL-1. Fisalin m menghambat mycobacterium tubercolosis H37Rv sebesar 32 B dan D murni menunjukkan nilai KHM dalam menghambat mycobacterium tubercolosis H37Rv masing-masing sebesar >g.mL-1 dan 32m128 g.mL-1. Diduga fisalin D berperan penting pada aktivitas antimikroba m yang ditunjukkan.

 

8. Beberapa Manfaat Ciplukan

 

* Diabetes Mellitus. Bahan: tumbuhan ciplukan yang sudah berbuah dicabut beserta akar-akarnya dan dibersihkan. Cara membuat: dilayukan dan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari.
* Sakit paru-paru. Bahan: tumbuhan ciplukan lengkap (akar, batang, daun, bunga dan buahnya). Cara membuat: direbus dengan 3-5 gelas air sampai mendidih dan disaring. Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari 1 gelas.
* Ayan. Bahan: 8-10 butir buah ciplukan yang sudah dimasak. Cara menggunakan: dimakan setiap hari secara rutin.
* Borok. Bahan: 1 genggam daun ciplukan ditambah 2 sendok air kapur sirih. Cara membuat: ditumbuk sampai halus. Cara menggunakan: ditempelkan pada bagian yang sakit.

Komentar : belum ada Komentar