Pementasan Seni Reog Ponorogo - Adrianamgoldstein

Pementasan Seni Reog Ponorogo

Reog moderen umumnya dipentaskan dalam sebagian momen seperti pernikahan, khitanan serta hari-hari besar Nasional. Seni Reog Ponorogo terbagi dalam sebagian rangkaian 2 hingga 3 tarian pembukaan. Tarian pertama umumnya dibawakan oleh 6-8 pria gagah berani dengan baju serba hitam, dengan muka dipoles warna merah. Beberapa penari ini melukiskan sosok singa yang pemberani. Selanjutnya yaitu tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda. Pada reog tradisionil, penari ini umumnya diperankan oleh penari lelaki yang kenakan pakaian wanita. Tarian ini diberi nama tari jaran kepang atau jathilan, yang perlu dibedakan dengan seni tari lain yakni tari kuda lumping.

Tarian pembukaan yang lain bila ada umumnya berbentuk tarian oleh anak kecil yang membawakan adegan lucu yang dimaksud Bujang Ganong atau Ganongan.

Sesudah tarian pembukaan usai, baru dipertunjukkan adegan inti yang berisi tergantung keadaan di mana seni reog dipertunjukkan. Bila terkait dengan pernikahan jadi yang dipertunjukkan yaitu adegan percintaan. Untuk hajatan khitanan atau sunatan, umumnya narasi pendekar,

Adegan dalam seni reog umumnya tak ikuti skenario yang tersusun rapi. Di sini senantiasa ada hubungan pada pemain serta dalang (umumnya pemimpin rombongan) serta terkadang dengan pemirsa. Kadang-kadang seseorang pemain yang tengah pentas bisa digantikan oleh pemain lain apabila pemain itu kelelahan. Yang lebih dipentingkan dalam pementasan seni reog yaitu memberi kenikmatan pada penontonnya.

Adegan paling akhir yaitu singa barong, di mana pelaku menggunakan topeng berupa kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak. Berat topeng ini dapat meraih 50-60 kg. Topeng yang berat ini dibawa oleh penarinya dengan gigi. Kekuatan untuk membawakan topeng ini terkecuali didapat dengan latihan yang berat, juga diakui diproleh dengan latihan spiritual seperti puasa serta tapa.

Tarian semacam Reog Ponorogo yang ditarikan di Malaysia diberi nama Tari Barongan namun mempunyai unsur Islam. 7 Tarian ini dapat memakai topeng dadak merak, yakni topeng berkepala harimau yang di atasnya ada bulu-bulu merak. Gambaran serta photo tarian ini dipertunjukkan dalam website situs resmi Kementerian Kebudayaan Kesenian serta Warisan Malaysia.

Pro-kontra muncul lantaran pada topeng dadak merak di website resmi itu ada tulisan " Malaysia ", 8 serta disadari sebagai warisan orang-orang keturunan Jawa yang terdapat banyak di Batu Pahat, Johor serta Selangor, Malaysia. Hal semacam ini menyebabkan memprotes beragam pihak di Indonesia, termasuk juga seniman Reog asal Ponorogo yang menyebutkan kalau hak cipta kesenian Reog sudah dicatatkan dengan nomer 026377 tertanggal 11 Februari 2004, serta dengan hal tersebut di ketahui oleh Menteri Hukum serta HAM Republik Indonesia. 9 Diketemukan juga info kalau dadak merak yang tampak di website resmi itu yaitu buatan pengrajin Ponorogo. 10 Beberapa ribu seniman Reog pernah berdemonstrasi di depan Kedutaan Malaysia di Jakarta. 11 Pemerintah Indonesia menyebutkan bakal mempelajari selanjutnya hal itu. 9

Pada akhir November 2007, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Zainal Abidin Muhammad Zain menyebutkan kalau Pemerintah Malaysia tak pernah mengklaim Reog Ponorogo sebagai budaya asli negara itu. Reog yang dimaksud " Barongan " di Malaysia bisa didapati di Johor serta Selangor, lantaran dibawa oleh rakyat Jawa yang merantau ke negeri itu sebelumnya pembentukan negara Indonesia, jadikan migran itu tak termasuk juga sebagai warga negara Indonesia. 12

Komentar : belum ada Komentar