Materi Resistor - Anggit Prastiyawati

Materi Resistor

Resistor

 1.      Pengertian Resistor

Resistor adalah salah satu komponen elekronika yang berfungsi sebagai penahan arus yang mengalir dalam suatu rangkaian dan berupa terminal dua komponen elektronik yang menghasilkan tegangan pada terminal yang sebanding dengan arus listrik yang melewatinya sesuai dengan hukum Ohm (V = IR). Sebuah resistor tidak memiliki kutub positif dan negatif, tapi memiliki karakteristik utama yaitu resistensi, toleransi, tegangan kerja maksimum dan power rating. Karakteristik lainnya meliputi koefisien temperatur, kebisingan, dan induktansi. Ohm yang dilambangkan dengan simbol Ω(Omega) merupakan satuan resistansi dari sebuah resistor yang bersifat resistif.

 

 


2.      Fungsi Resistor

Fungsi resistor adalah sebagai pengatur dalam membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Dengan adanya resistor menyebabkan arus listrik dapat disalurkan sesuai dengan kebutuhan. Adapun fungsi resistor secara lengkap adalah sebagai berikut :

  1. Berfungsi untuk menahan sebagian arus listrik agar sesuai dengan kebutuhan suatu rangkaian elektronika.
  2. Berfungsi untuk menurunkan tegangan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh rangkaian   elektronika.
  3. Berfungsi untuk membagi tegangan.
  4. Berfungsi untuk    membangkitkan frekuensi tinggi dan frekuensi rendah dengan bantuan transistor daan kondensator (kapasitor).

 

3.      Jenis – Jenis Resistor

Resistor dapat dibagi menjadi dua, yaitu : 

a.      Resistor Tetap (Fixed Resistor)

Resistor tetap adalah resistor yang memiliki nilai hambatan yang tetap. Resistor memiliki batas kemampuan daya misalnya : 1/16 watt, 1/8 watt, ¼ watt, ½ watt dan sebagainya. Artinya resitor hanya dapat dioperasikan dengan daya maksimal sesuai dengan kemampuan dayanya.

 

 

 

Jenis – jenis resistor tetap diantaranya :

1.      Resistor Kawat

Resistor kawat merupakan jenis resistor pertama yang lahir pada saat rangkaian elektronika masih menggunakan tabung hampa (vacuum tube). Bentuknya bervariasi dan memiliki ukuran yang cukup besar. Resistor kawat ini biasanya banyak dipergunakan dalam rangkaian power karena memiliki resistansi yang tinggi dan tahan terhadap panas yang tinggi. Jenis resistor kawat yang masih banyak dipakai sampai sekarang adalah jenis resistor dengan lilitan kawat yang dililitkan pada bahan keramik, kemudian dilapisi dengan bahan semen. Daya yang tersedia untuk resistor jenis kawat ini adalah dalam ukuran 1 watt, 2 watt, 5 watt, dan 10 watt.

 

 

 2.      Resistor Batang Karbon

Resistor jenis ini dibuat dari bahan karbon kasar yang diberi lilitan kawat yang kemudian diberi tanda dengan kode warna berbentuk gelang. Resistor jenis ini merupakan jenis resistor generasi awal setelah adanya resistor kawat. Sekarang sudah jarang untuk dipakai pada rangkaian – rangkaian elektronika.

 

 


3.      Resistor Film Karbon

Jenis resistor ini dibuat dari bahan karbon dan dilapisi dengan bahan film yang berfungsi sebagai  pelindung terhadap pengaruh luar. Nilai resistansinya dicantumkan dalam bentuk kode warna. Resistor ini banyak digunakan dalam berbagai rangkaian elektronika karena bentuk fisiknya kecil dan mudah diperoleh. Resistor ini memiliki daya sebesar 1/4 watt, 1/2 watt, 1 watt, dan 2 watt dengan toleransi 5% dan !0%.

 

 

 


4.      Resistor Metal Film

Bentuk fisik hampir menyerupai resistor film karbon. Resistor ini tahan terhadap perubahan temperatur.dan memiliki tingkat ketelitian nilai yang tinggi karena nilai toleransi yang tercantum pada resistor ini sangatlah kecil, biasanya sekitar 1% sampai 5%. Jika dibandingkan dengan resistor film karbon, resistor ini cenderung lebih baik karena memiliki toleransi yang lebih kecil. Resistor Metal Film memiliki 5 buah gelang warna, bahkan ada yang 6 buah gelang warna. Sedangkan, resistor film karbon hanya memiliki 4 buah gelang warna. Resistor ini sangat cocok digunakan dalam rangkaian – rangkaian yang memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi, misalnya alat ukur.Daya yang dimiliki sebesar 1/4 watt, 1/2 watt, 1 watt, dan 2 watt.

 

 


5.      Resistor Keramik atau Porselin

Perkembangan teknologi di bidang elektronika semakiin maju seperti tidak ada pangkalnya, saat ini telah dikembangkan jenis resistor yang terbuat dari bahan keramik atau porselin. Jenis resistor keramik ini sekarang sudah dilapisi dengan kaca tipis, banyak digunakan dalam rangkaian elektronika saat ini karena bentuk fisiknya relatif sangat kecil serta memiliki tingkat resistansi tetelitian yang tinggi. Daya yang dimiliki resistor ini sebesar 1/4 watt, 1/2 watt, 1 watt, dan 2 watt.

 

 


b.      Resistor Tidak Tetap (Variabel)

Adalah resistor yang nilai hambatannya atau resistansinya dapat diubah-ubah. Jenisnya antara lain : hambatan geser, trimpot dan potensiometer. Yang banyak digunakan ialah trimpot dan potensimeter.

Simbol – simbol resistor variable :

 

a)      Potensiometer

Adalah resistor yang nilai resistansinya dapat diubah-ubah dengan memutar poros yang telah tersedia. Potensiometer pada dasarnya sama dengan trimpot secara fungsional.

 

 


b)     Trimpot

Adalah resistor yang nilai resistansinya dapat diubah-ubah dengan cara memutar porosnya dengan menggunakan obeng. Untuk mengetahui nilai hambatan dari suatu trimpot dapat dilihat dari angka yang tercantum pada badan trimpot tersebut.   

 

 

c)      LDR (Light Dependent Resistance)

Yaitu resistor yang dapat berubah-ubah nilai resistansinya jika permukaannya terkena cahaya. Kondisinya ialah jika terkena cahaya nilai resistansinya kecil, sedangkan jika tidak terkena cahaya (kondisi gelap) maka nilai resistansinya besar.

 

 

 

 

 

 

d)     NTC (Negative Temperature Coeffisient)

Yaitu resistor yang nilai resistansinya dapat berubah-ubah sesuai dengan perubahan temperatur terhadapnya. Jika temperaturnya makin tinggi maka nilai resistansinya kecil dan sebaliknya bila temperaturnya makin rendah maka nilai resistansinya semakin besar.

 

 

e)      PTC (Positive Temperature Coeffisient)

Yaitu resistor yang nilai resistansinya dapat berubah-ubah sesuai dengan temperatur terhadapnya. Jika temperaturnya makin tinggi maka nilai resistansinya semakin besar sedangkan bila temperaturnya makin rendah maka nilai resistansinya pun semakin kecil.

 

4.      Cara Membaca Nilai Resistor

Untuk mengetahui nilai hambatan suatu resistor dapat dilihat atau dibaca dari warna yang tertera pada bagian luar badan resistor tersebut yang berupa gelang warna.

 

Warna

 

Gelang KE-

 
 

1 dan 2

3

4

Hitam

0

x 1

1%

Cokelat

1

x 10

2%

Merah

2

x 100

2%

Jingga

3

x 1000

-

Kuning

4

x 10000

-

Hijau

x 100000

-

Biru

6

x 1000000

-

Ungu

7

x 10000000

-

Abu-Abu

8

x 100000000

-

Putih

9

x 1000000000

-

Emas

-

x 0.1

5%

Perak

-

x 0.01

10%

Tidak Berwarna

-

-

20%


Jika Resistor yang memiliki 4 gelang warna :  

gelang 1 dan 2 dibaca sesuai kode warna
gelang 3 adalah faktor pengali
gelang 4 adalah toleransi

Jika Resistor yang memiliki 5 gelang warna
gelang 1,2 dan 3 dibaca sesuai kode warna
gelang 4 adalah faktor pengali
gelang 5 adalah toleransi

 

Contoh :

Keterangan untuk 4 band :

- Gelang ke-1 dan ke-2 menyatakan angka dari resistor tersebut.

- Gelang ke-3 menyatakan faktor pengali (banyaknya nol).

- Gelang ke-4 menyatakan toleransi.

 

Misalnya :

Resistor dengan warna : merah hitam kuning perak

Maka nilainya                : 2         0        104          10%

Berarti nilai resistor tersebut adalah = 200.000 Ohm atau 200 K ohm dengan

toleransi sebesar 10%.

Range hambatan resistor tersebut adalah

= 200.000 ± 10%

= 10% x 200.000 = 20.000 Ohm

= 200.000 – 20.000 sampai 200.000 + 20.000

= 180.000 sampai 220.000 Ohm.

 

 5.      Cara Mengetes Resistor

Secara umum, para montir atau teknisi elektronika ketika menguji komponen menggunakan bantuan Avometer.  Dengan alat ini dapat diketahui baik dan tidaknya suatu komponen. Pengujian sebelum perakitan sangat penting karena komponen yang dipasang/disolder dan dihubungkan dalam keadaan baik semua. Bagi para pemula, pengujian dengan Avometer bisa dilakukan.  Tetapi belum tentu semuanya mengetahui cara-caranya. Untuk itu akan kami berikan panduan cara menguji komponen elektronika, khususnya cara menguji resistor. Walaupun resistor (restan/tahanan tetap) tidak memiliki kutub negatif dan positif, tetapi harus diuji kualitasnya.  Tidak menutup kemungkinan adanya kerusakan yang disebabkan oleh beberapa faktor. Apabila resistor ini rusak setelah terpakai atau terpasang dapat dilihat dengan bekas pada fisiknya yang berwarna hitam.  Tahanan yang demikian berarti habis terbakar karena tidak tahan menahan arus yang lebih besar dari nilainya. Akan tetapi jika tidak tampak hitam, dan resistor rusak, dimungkinkan kerusakan disebabkan oleh beberapa hal.

Untuk mengujinya dengan Avometer, maka cara-cara menguji yang diperlukan atau diterapkan adalah dengan cara :

  • Memutar saklar sampai pada posisi RxOhm.  Kemudian memutar penyetel sampai jarum pada angka nol (0).
  • Selanjutnya menghubungkan pencolok hitam pada salah satu kaki.  Begitu pula dengan pencolok yang berwarna merah.
  • Perhatikan jarum penunjuk.  Apakah ia bergerak penuh atau sebaliknya , jika bergerak dan tak kembali berarti komponen masih baik. Bila sebaliknya berarti resistor rusak.

Dengan cara menguji resistor melalui Avometer pula dapat diketahui nilai suatu tahanan tetap (resistor).  Umpamanya jarum menunjuk pada angka 10% berarti tahanan (resistor) tersebut senilai 1 x 100 = 100 Ohm.

 

 6.      Daftar Pustaka

http://rangkaianelektronika.info/pengertian-dan-fungsi-resistor/

http://dasarelektronika.com/pengertian-dan-fungsi-resistor/

http://akatsukiyudha96.blogspot.com/

http://doyock-online.blogspot.com/2013/05/pengertian-dan-fungsi-resistor.html

http://resistor777.blogspot.com/p/cara-membaca-nilai-resistor.html

http://rangkaianelektronika.info/cara-menguji-resistortahanan-tetap/

http://divaizz.blogspot.com/2013/03/cara-mengukur-nilai-resistor-pakai-avo.html

http://basejob.blogspot.com

http://dien-elcom.blogspot.com/2012/06/macam-macam-resistor-resistor-tetap.html

http://cnt121.wordpress.com/2007/11/13/102/

http://dr471e-electronics.com/2011/05/macam-resistor-fixed-resistor/

http://dr471e-electronics.com/2011/05/macam-resistor-variable-resistor/

 

 

 

Dilihat : 3 User
Komentar : belum ada Komentar
Kategori Artikel
Daftar Teman ( 217 )
Muhammad Rizqi Nauval AfifTiara MahatmastutiZuhratul HusnaAyudityas KristalitaAJENG ISTU PURNANINGRUMsuryo nugrohoDra Saritri TjahjowulanAufa Khairunnisa IX-ANovania Windi KusumawatiMuhammad Arifin
Artikel Disukai