Usaha Manusia Memenuhi Kebutuhan - Febriyan Yulianto

RINGKASAN

Manusia selalu membutuhkan dan bergantung pada orang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu, manusia disebut mahluk sosial (homosocius).
Setiap manusia memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi. Kebutuhan tersebut dipenuhi dengan cara melakukan kegiatan ekonomi (menghasilkan barang atau jasa). Oleh karena itu manusia disebut mahluk ekonomi (homoeconomicus). Sebagai homosocius dan homoeconomicus, manusia ada yang bermoral dan ada yang tidak bermoral.

Kebutuhan menurut tingkat kepentingannya terdiri dari kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier. Kebutuhan menurut waktu pemenuhannya terdiri dari kebutuhan sekarang dan kebutuhan yang akan datang. Kebutuhan menurut sumber yang merasakan atau menurut sifatnya terdiri dari kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Kebutuhan menurut cara pemenuhannya atau subjeknya terdiri dari kebutuhan individual dan kebutuhan kolektif/sosial.

Manusia memerlukan sumberdaya untuk memenuhi kebutuhannya, baik sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusia (SDM). Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui disebut SDA unrenewable. Sementara sumber daya alam yang dapat diperbarui disebut SDA renewable.

Tindakan ekonomi yang dilakukan manusia umumnya didorong oleh keinginan dan kebutuhan yang dirasakannya. Dorongan ini disebut dengan motif yang bisa bersifat ekonomi dan nonekonomi. Manusia yang menerapkan prinsip ekonomi akan selalu melakukan kegiatan/ekonominya secara rasional (masuk akal).

Dengan selalu mempertimbangkan secara rasional antara pengorbanan dan hasil yang dicapai, berarti manusia telah berpedoman pada prinsip ekonomi. Prinsip ekonomi yang pertama, yaitu pengorbanan tertentu untuk hasil maksimal. Sementera prinsip ekonomi kedua, yaitu pengorbanan minimal untuk hasil yang tertentu

DETAIL

Homosocius: manusia sebagai mahluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa orang lain.
Homoeconomicus: manusia selalu memiliki kebutuhan dan akan berusaha memenuhinya (dengan melakukan kegiatan ekonomi) untuk mencapai kepuasan dan kesejahteraan.

Keinginan (wants): berkaitan dengan situasi orang yang memerlukan pemuasan.
Kebutuhan (needs) : berkaitan dengan keberadaan alat pemuas (barang dan jasa). Keinginan dapat dipuaskan apabila kebutuhan akan alat pemuas yang diperlukan terpenuhi.
Contoh: Seorang siswa ingin membaca komik (keinginannya adalah membaca buku komik) maka ia butuh buku komik (kebutuhannya adalah buku komik). Keinginan membaca buku komik akan terpenuhi atau terpuaskan apabila kebutuhan akan buku komik telah terpenuhi.

Apabila keinginannya berkaitan dengan usaha mempertahankan hidup yang layak, maka kebutuhan akan alat pemuasnya menjadi kebutuhan primer/pokok. Contoh: bagi siswa sekolah, kebutuhan primernya adalah pakaian seragam, buku, alat tulis dan jasa guru. Jika kebutuhan itu terpenuhi, maka ia akan hidup layak sebagai siswa. Sebaliknya, jika kebutuhannnya tidak terpenuhi, maka kehidupannya sebagai siswa sekolah menjadi tidak layak.

Apabila keinginannya berkaitan dengan usaha menciptakan atau menambah kebahagiaan hidup, maka kebutuhan akan alat pemuasnya menjadi kebutuhan sekunder. Kebutuhan sekunder bagi siswa sekolah misalnya; televisi, majalah, jaket dan jajan.

Apabila keinginannya berkaitan dengan usaha menciptakan atau meningkatkan harga diri atau gengsi, maka kebutuhan akan alat pemuasnya menjadi kebutuhan tersier. Contoh bagi siswa sekolah misalnya; handphone blackberry, laptop, dan lain-lain.

Jika ada keinginan yang tidak dapat ditunda pemenuhannya, maka kebutuhan akan alat pemuasnya menjadi kebutuhan sekarang. Contoh orang yang sakit butuh obat. Sebaliknya jika pemenuhannya dapat ditunda maka termasuk kebutuhan yang akan datang.

Kebutuhan jasmani: kebutuhan yang alat pemuasnya banyak berkaitan dengan jasmani (makanan, pakaian, dll). Kebutuhan rohani: kebutuhan yang alat pemuasnya banyak berkaitan dengan rohani (hiburan, tempat ibadah, sumber pengetahuan, dll)

Apabila kebutuhan alat pemuas dapat dipenuhi secara pribadi/individual, maka kebutuhan itu dikenal dengan kebutuhan individual, contoh; sikat gigi, motor, dll. Apabila kebutuhan alat pemuas harus dipenuhi secara bersama-sama (kolektif/sosial), maka kebutuhan itu dikenal dengan kebutuhan kolektif/sosial, contoh; jalan raya, rumah sakit, dll.

SDA bebas: SDA yang jumlahnya tak terbatas (lebih banyak) dibandingkan kebutuhan manusia akan SDA tersebut (oksigen, angin, sinar matahari, air di daerah tertentu, dll).
SDA ekonomi: SDA yang jumlahnya terbatas (lebih sedikit) dibandingkan kebutuhan manusia akan SDA tersebut (ikan laut, kayu hutan, air di daerah tandus, dll).

Kegiatan/tindakan ekonomi: Kegiatan menghasilkan barang/jasa.
Motif (ekonomi/nonekonomi): keinginan yang mendorong manusia melakukan kegiatan ekonomi. Contoh: Pak Adi membuka usaha industri tas dan sepatu. Motif ekonomi Pak Adi ingin mendapat keuntungan guna meningkatkan kemakmuran.

Motif nonekonomi Pak Adi ingin menciptakan lapangan kerja dan mendidik anak-anaknya agar mampu berwirausaha mandiri. Biasanya motif nonekonomi bertujuan nonkemakmuran, misalnya ingin mendapat kasih sayang, keamanan, ketentraman, penghargaan, kedudukan, keinginan untuk mendidik, membahagiakan atau membantu orang lain

Apabila keinginan untuk memperoleh barang atau jasa berasal dari kesadaran diri sendiri maka disebut motif intrinsik, jika dorongan berasal dari orang/pihak lain maka disebut motif ekstrinsik.

Prinsip ekonomi yang pertama, yaitu pengorbanan tertentu untuk hasil maksimal. Contoh, dengan modal Rp20.000,00 umumnya mampu dihasilkan 8 donat, namun kita bisa hemat, cermat dan tepat sehingga menghasilkan 10 donat.
Sementera prinsip ekonomi kedua, yaitu pengorbanan minimal untuk hasil yang tertentu. Contoh, telah diterima uang pesanan Rp20.000,00 untuk 8 donat, dengan bekerja secara hemat, cermat dan tepat membuat dana yang digunakan cukup Rp18.000,00 untuk 8 donat dengan kualitas donat sesuai pesanan.

Dilihat : 7 User
Komentar : belum ada komentar