INILAH KEMENANGAN YANG SEBENARNYA BAGI KAMI - Geschool Officer

 

 

1385695235_1350850847.jpg1385695378_723208644.jpg

1385695451_843104601.jpg1385695552_836031403.jpg

Pertama kami mengucap terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan melancarkan Olimpiade Online Nasional (OON).

Pada awal pembentukan tim OON di MAN Yogyakarta I, kami merasa ragu untuk bisa maju kedalam event ini, terutama diawal pertemuan kami merasa tidak ada kekompakan sama sekali diantara kami. Saat dipilihnya koordinator pada tim, kami mengadakan pertemuan tanpa ada guru pembimbing dan hanya dihadiri oleh 15 dari jumlah anggota yang seharusnya 20.

Ketika pertemuan dimulai, koordinator langsung menantang kami dengan cara membentak kami habis-habisan “Sebenarnya, kita niat gak sih disini?” katanya. Tak ada satupun dari kami yang berani untuk menjawab pertanyaan itu “Kalau begitu kita mundur saja!” lanjutnya. Salah satu dari kami menjawab “Kenapa bisa begitu?” jawab salah seorang dari kami. Koordinator lalu ngomong panjang lebar “Ya sudah sekarang aku tanya, kita mau tetap maju atau mundur atau jalan di tempat? Kalau kita jalan ditempat, apa kita tega sama Madrasah yang sudah membayar biaya pendaftaran yang begitu mahal? HA!!! Atau kita mau mundur? Kalau kita mundur, kita harus menarik biaya pendaftaran kita otomatis nama Madrasah kita tercoreng didepan muka geschool? Lalu, kalau kita maju. Apa usaha kita?” lalu suasana di ruangan itu hening seketika hingga sekitar 5 menitan.

Pada akhirnya, salah satu dari kami berani mengacungkan jari untuk bicara “Kita akan terus maju!” dengan sangat cepat koordinator menjawab “Lalu apa yang akan kita lakukan? Apa usaha kita? Bagaimana cara kita agar semuanya kumpul di sini sekarang juga?” dengan nada yang menyakitkan sekali. “Beri kami sampai besok untuk melengkapi anggota kami, kami mohon.” Kata seorang lainnya. Lantas koordinator menjawab “Apa kalian tidak tahu? Waktu kita sekitar 3 hari lagi!” semuanya terdiam dengan ekspresi menyedihkan seperti orang frustasi atau seperti pengemis yang belum makan 3 hari berturut-turut. Koordinator pun bicara lagi “Ya sudah apa yakin kita akan tetap maju?” semuanya setuju “Kalau begitu saya tidak mau tahu, besok pulang sekolah kita harus terkumpul semuanya dan tidak ada yang izin kalau tidak kita akan jalan di tempat. Mari kita buktikan bahwa kita memang benar-benar bisa, kita bukanlah orang yang individualis. Kemudian, aku menunjukmu sebagai wakilku” sembari jari telunjuknya mengarah pada salah seorang dari satu ruangan tersebut.

Berawal dari situlah kami mulai merasa kami benar-benar ada di dalam tim, dan sampai  kami mulai membentuk strategi, membuat kelompok belajar, bermain bersama, bercanda bersama, makan bersama, dan lain-lain hingga pada akhirnya kita benar-benar merasa kompak dan menyatu.

Begitulah kira-kira ilustrasi awal dari cerita perjuangan kami. Dan akhirnya hari lomba pun tiba dan laga pertama kami benar-benar merasa grogi, tetapi kami tetap mengerjakan soal dengan kemampuan kami. Lalu hasil tes dibabak penyisihan pun diumumkan. Kami bangga, kami senang ternyata kami lolos dari tingkat kota bahkan dengan nilai yang tinggi. Kami merayakan kelolosan itu dengan syukuran. Kemudian, kami belajar lagi, lomba lagi, lolos lagi, belajar lagi, lomba lagi, lolos lagi, syukuran lagi, dan pada akhirnya sampailah kita pada babak final.

Ya seperti itulah, dipagi hari pembukaan final ditempat kami sangatlah meriah, dengan persiapan yang sangat matang seperti: meminta bandwidth internet sekencang-kencangnya kepada pihak ISP, menghubungi PLN agar tidak mati listrik, berdoa bersama dengan sepenuh hati, bahkan sampai teman-teman perwakilan setiap kelas pun memberi semangat kepada kami.

Tapi entah apa yang terjadi. Ketika 10 menit menjelang peelombaan dimulai tiba-tiba kami terkena musibah yaitu berupa koneksi internet ke geschool nge-down  padahal ke website lain terasa sangat sangat cepat bahkan download rate di speedtest.net tertulis hingga 1.29Mbps. Serasa, jaringan internet kami ke geschool diretas. Tapi, sebenarnya kami tidak mengerti apa yeng terjadi.

Akhirnya kami pun mengerjakan soal apa adanya walaupun koneksi sangat miskin, sampai soal demi soal pun tidak muncul di layar monitor. Bahkan, ada salah satu dari kami akhirnya memutuskan untuk meminjam netbook gurunya dan mengerjakan soal dari netbook itu via modem. Itupun dilakukan olehnya ketika “getrol sudah berjalan 52 menit yang lalu” sehingga konyol rasanya mengerjakan 240 soal dalam waktu 8 menit itupun tidak termasuk loading. Yaaa, seperti itulah kira-kira. Dia hanya mengerjakan 5 soal dalam 8 menit, itupun hanya benar 4. Anehnya lagi setelah satu jam laga final selesai koneksi ke geschool yang tadinya sangat lambat, menjadi super kencang. Bagaimana tidak hanya sekali enter ke alamat geschool.net halaman muka langsung penuh terisi dengan loading kurang dari 2 detik saja. Sungguh, ini sangat menyakitkan.

Ingin menangis rasanya setelah lomba selesai, karena memang sudah tak ada harapan agar nilai kita lebih dari 4800-an. Lebih depresi lagi ketika melihat hasil akhir peserta dari sekolah lain yang nilainya sangat fantastik. Bagi kami itu sangatlah wow karena dari 240 soal ada yang bisa mengerjakan 239 soal dengan salah hanya 16 nomor saja dalam waktu 60 menit atau 3600 detik. Bagi kami itu sangat luar biasa hebat sekali.

Ya, begitulah realita. Kita mengaku kalah, memang kami serasa  tidak mengerjakan soal pada tahap final itu.

Tapi dalam lubuk hati yang paling dalam kami semua sudah bangga terhadap diri kita sendiri karena selama semua babak sebelum final kami mendapatkan hasil yang memuaskan dengan grafik perkembangan nilai yang masuk akal. Bahkan, kami bangga sudah kalah bukan karena kemampuan kami yang terbatas tetapi karena kesalahan teknis diluar kendali kita yang tidak bisa kami ketahui.

Sekali lagi kami berterimakasih kepada pihak yang telah mensukseskan OON, terutama kepada bapak BJ Habibie, Ketua Geschool, pihak BizNEt, Bapak Agus Santosa selaku pembimbing, Ibu Ari sebagai pembimbing, Bapak Nawawi yang telah memimpin do’a, dan seluruh guru yang telah mengajari kami hingga titik darah penghabisan. Sukses terus ya Geschool :D

 

NB : Artikel ini ditulis oleh Syifaa Afies, salah satu peserta Olimpiade Online Nasional dari MAN I Yogyakarta, tanpa ada pengeditan dari pihak geschool.

Kategori : Pengumuman
Dilihat : 221 User
Komentar : 15 Komentar
  • Kamil Pasya Kemenangan bukan hadiah untuk yang paling pandai atau bermodal besar, tapi untuk yang tidak suka menyerah.
    Jangan ... Lihat Selengkapnya
    2 Dec 13
  • Islam Danu Putra Terus berusaha
    -/>-/>-/>
    29 Dec 13