Perubahan Sosial Budaya Di Bidang Politik - Nuury Nurmelia

PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA DI BIDANG POLITIK

 

  1. Contoh Perubahan Nyata di Bidang Politik

 

NO

Dulu

Sekarang

1.

RIS

NKRI

 

2.

UUDS 1950

 

UUD 1945

 

3.

Kabinet Parlementer

Kabinet Presidensial

 

4.

Pemilihan oleh MPR

Pemilihan Umum Oleh Rakyat

 

5.

Jumlah Partai Sedikit 

Banyaknya Partai-Partai


6.

Kampanye Dari Rumah ke Rumah

Kampanye Lewat Barbagai Media. Contoh : Internet

 

7.

Perhitungan Suara Secara Manual

 

Perhitungan suara dengan program quick count

 

 

 FAKTOR PENDORONG TERJADINYA PERUBAHAN SOSIAL DI BIDANG POLITIK

 

  1. Berkembangnya zaman
  2. Bergantinya perundang-undangan yang berlaku
  3. Masyarakat lebih demokratis
  4. UUDS tidak sesuai dengan jiwa proklamasi
  5. Tunbuhnya kebudayaan dan penemuan baru
  6. Pertentangan atau konflik
  7. Pemberontakan dan revolusi
  8. Orientasi ke masa depan
  9. Asimilasi
  10. Sistem pendidikan formal yang lebih maju sehingga menimbulkan SDM yang lebih inovatif

 

  1. DAMPAK YANG DI TIMBULKAN DARI PERUBAHAN SOSIAL DI BIDANG POLITIK

 

  1. Dampak positif
  1. Lebih menghemat waktu, tenaga, biaya dan fikiran.
  2. Hasil perhitungan suara yang akurat dan cepat .
  3. Rakyat merasa lebih dihargai .
  4. Terjadi perubahan sistem ketatanegaraan menjadi lebih baik.
  1. Dampak negatif
  1. Meningkatnya golput (golongan putih).
  2. Mementingkan diri sendiri dibanding kepentingan bersama.
  3. Kampanye yang anarkis menimbulkan kerusuhan dan kemacetan lalu lintas.
  4. Banyak menimbulkan kerusuhan kerusuhan di kubu pemerintahan, karena partai yang terpilih masih mementingan golongan partainya.
  5. Kepentingan kelompok lebih menonjol di banding kepentingan masyarakat, sehingga masyarakat lebih hidup individualis atau kurang peduli dengan pemerintah.

 

  1. UPAYA PENGENDALIAN UNTUK MENGURANGI DAMPAK YANG DI TIMBULKAN PERUBAHAN SOSIAL DI BIDANG POLITIK

 

  1. Pemerintah atau partai-partai politik mesti meningkatkan kinerja, khususnya mensejahterakan rakyat.
  2. Harus diadakan pengamanan yang ketat, juga kondisi sesuai suasana.
  3. Para politisi harus lebih professional, dengan mengedepankan urusan rakyat dibanding urusan partai.
  4. Harus ada rasa tanggung jawab dari masing – masing individu.
  5. Pembentukan segala bentuk aturan atau UU yang didukung oleh tata kelola pemerintah yang bersih, berwibawa dan mengedepankan kepentingan masyarakat.
  6. Memberikan penerangan atau penjelasn tentang pentingnya memberikan hak suara.
  7. Membangun kominikasi dengan publik dimana public bisa dirangsang untuk berpartisipasi dalam pemilu.
  8. Menampilkan citra positif dan kampanye yang kreatif.
Dilihat : 30 User
Komentar : belum ada komentar